JawaPos.com - Indonesia bersiap memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Asia Tenggara melalui pembangunan AI Factory berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW) di Batang, Jawa Tengah.
Proyek yang digagas melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA ini disebut menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di kawasan.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mendorong Indonesia menjadi AI Hub regional.
Tahap awal proyek ditargetkan mulai dikerjakan pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW), sebelum dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW.
“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya di Jakarta, dikutip Sabtu (8/8).
Baca Juga: Kebakaran Gunung Gede Padam, Semua Jalur Pendakian Ditutup hingga 11 Agustus
AI Factory tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan pengolahan data. Infrastruktur ini dirancang sebagai ekosistem komputasi AI yang mencakup data center berkapasitas tinggi, GPU, jaringan, sistem penyimpanan, hingga layanan GPU-as-a-Service dan pengelolaan beban kerja AI.
Skala proyek juga mencerminkan besarnya kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur AI. Berdasarkan sejumlah kajian internasional, investasi pembangunan AI Factory secara end-to-end dapat mencapai sekitar USD50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi.
Dengan target 1 GW atau setara 1.000 MW, nilai kebutuhan investasi secara teoritis dapat mencapai sekitar USD50 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala infrastruktur yang tengah disiapkan Indonesia untuk menopang pertumbuhan industri AI dalam jangka panjang.
Pembangunan fasilitas di Batang menjadi tahap awal dari pengembangan AI Factory tersebut. Infrastruktur komputasi nantinya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga diproyeksikan melayani kebutuhan AI di kawasan Asia Tenggara.
“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor. Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan,” tuturnya.
Dalam proyek tersebut, Zankore by Indosat juga akan mengembangkan serta menghosting Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter. Model ini dirancang untuk mendukung sejumlah bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Selain menyediakan infrastruktur komputasi, platform tersebut akan menghadirkan layanan Token-as-a-Service. Layanan ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap kemampuan komputasi AI, termasuk bagi UMKM, kementerian dan lembaga, serta pengembang aplikasi.
Baca Juga: Kemenhut Perkuat Pemadaman Kebakaran di TNBTS, Akses Wisata Ditutup Sementara
Pemerintah juga tengah membangun komponen lain dalam rantai industri AI nasional. Meutya mengungkapkan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan diresmikan pada Desember 2026.
Menurut Meutya, kombinasi pembangunan AI Factory dan fasilitas manufaktur GPU dapat memperkuat ekosistem AI Indonesia dari sisi infrastruktur hingga rantai pasok teknologi.
“Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan. Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Meutya.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan industri AI regional, mulai dari pasar domestik yang besar, ketersediaan energi, pembangunan infrastruktur, hingga potensi talenta digital. Dukungan kebijakan juga diarahkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.
Pembangunan AI Factory di Batang dengan target kapasitas 1 GW pun menjadi salah satu langkah besar Indonesia dalam meningkatkan kapasitas komputasi nasional sekaligus mengejar posisi sebagai salah satu pusat AI di Asia Tenggara.