← Beranda
Jepang Bangun Pabrik AI Nasional Bersama Nvidia, Targetkan 10 Juta Robot pada 2040
Dhimas GinanjarJumat, 17 Juli 2026 | 22.53 WIB
(Dari kiri ke kanan) CEO Nvidia Corp. Jensen Huang, Presiden Fujitsu Ltd. Takahito Tokita, Presiden Fanuc Corp. Kenji Yamaguchi, Wakil Ketua Yaskawa Electric Corp. Masahiro Ogawa, dan Presiden Kawasaki Heavy Industries Ltd. Yasuhiko Hashimoto menghadiri konferensi pers di Tokyo, 16 Juli 2026. (Kyodo)

JawaPos.com – Nvidia memperkuat kerja samanya dengan Jepang dengan mendukung pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang membangun kemandirian teknologi AI sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan keamanan nasional.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (17/7), CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaannya akan memasok chip AI generasi terbaru untuk membantu Jepang mengembangkan foundation model AI buatan dalam negeri.

Kolaborasi itu dilakukan bersama Noetra Corp., perusahaan yang didukung pemerintah Jepang. Noetra akan membangun sebuah AI factory atau pusat komputasi AI yang menjadi fondasi pengembangan model AI multimodal untuk physical AI, yakni teknologi yang memungkinkan robot dan berbagai perangkat bekerja secara mandiri.

Noetra sendiri baru mulai beroperasi penuh pada Kamis. Perusahaan tersebut dibentuk pada Januari oleh konsorsium yang beranggotakan 44 perusahaan Jepang, termasuk Sony Group, SoftBank, NEC, dan Honda Motor.

Pemerintah Jepang mengucurkan dukungan dana sebesar 1 triliun yen selama lima tahun atau sekitar Rp 111 triliun (1 yen sekitar Rp 111). Dana tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan ekosistem AI nasional.

Sebagai bagian dari proyek itu, Nvidia akan memasok 27.500 unit prosesor grafis (GPU) Rubin untuk mengoperasikan AI factory.

"Nvidia merasa terhormat dapat menyediakan sistem komputasi untuk infrastruktur AI nasional pertama Jepang," kata Huang dalam acara yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang di Tokyo.

Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menjadikan pengembangan AI sebagai salah satu dari 17 sektor strategis yang dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional. Kementerian Ekonomi Jepang bahkan menargetkan 10 juta robot AI digunakan di seluruh negeri pada 2040.

Program pengembangan AI nasional tersebut diberi nama FRONTia. Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Ryosei Akazawa mengatakan proyek itu dirancang untuk menggabungkan keunggulan manufaktur Jepang dengan kemampuan riset AI dari mitra dalam maupun luar negeri.

Melalui FRONTia, Jepang juga akan bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara lain guna mempercepat pengembangan teknologi AI.

Secara terpisah, Nvidia juga mengumumkan perluasan kerja sama dengan Toyota Motor Corp. dan Fujitsu Ltd. Perusahaan chip asal Amerika Serikat itu akan membantu Toyota mengembangkan sistem AI untuk mengatur lalu lintas di Woven City, kota uji coba teknologi mobilitas di Prefektur Shizuoka.

Selain itu, Fujitsu akan bekerja sama dengan Fanuc, Yaskawa Electric, dan Kawasaki Heavy Industries untuk mengembangkan robot berbasis AI bagi sektor manufaktur, logistik, dan layanan kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu Jepang mengatasi kekurangan tenaga kerja sekaligus menutup berkurangnya jumlah pekerja terampil.

Huang optimistis kolaborasi tersebut akan membuka babak baru bagi industri robotika Jepang.

"Harapan pribadi saya, kerja sama ini akan membuka frontier baru bagi robotika dan manufaktur cerdas di Jepang. Bersama-sama kita menghadirkan physical AI ke mekatronika, dan revolusi industri berikutnya juga akan lahir dari Jepang," ujarnya.

EDITOR: Dhimas Ginanjar