JawaPos.com - Lenovo memprediksi harga memori DRAM dan NAND tidak akan kembali ke level murah seperti pada 2024-2025 dalam waktu dekat.
Dalam presentasinya di ajang ISC 2026, perusahaan bahkan menyebut harga memori kemungkinan "tidak akan pernah" kembali ke level sebelumnya.
Pernyataan tersebut memang disampaikan dengan nada bercanda di atas panggung. Namun, yang dimaksud Lenovo adalah harga memori diperkirakan tetap tinggi setidaknya dalam lima tahun ke depan.
Bahkan setelah kapasitas produksi baru mulai beroperasi secara besar-besaran pada 2028, harga diperkirakan tetap berada di level yang lebih tinggi hingga memasuki 2030-an.
Seperti dilansir dari Computer Base, dengan kata lain, industri diperkirakan akan memasuki "normal baru", di mana harga DRAM dan NAND tidak lagi semurah beberapa tahun terakhir.
Prediksi Lenovo sejalan dengan langkah para produsen memori. Salah satunya adalah SK Hynix yang sebelumnya mengumumkan rencana meningkatkan kapasitas produksinya hingga tiga kali lipat pada 2034.
Investasi besar tersebut dilakukan karena perusahaan meyakini permintaan memori akan terus tumbuh, bukan karena memperkirakan harga akan kembali jatuh.
Lenovo juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kapasitas memori saat merancang atau membeli sistem server generasi terbaru.
Menurut perusahaan, strategi memaksimalkan kapasitas RAM seperti yang umum dilakukan sebelumnya kini tidak selalu menjadi pilihan paling efisien.
Untuk berbagai beban kerja modern, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), Lenovo menilai solusi berbasis GPU dapat memberikan performa yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan CPU dengan kapasitas RAM besar.
Perusahaan juga mengingatkan bahwa platform server terbaru dengan konfigurasi memori 16-channel membutuhkan kapasitas RAM yang memadai agar peningkatan performanya benar-benar terasa.
Pada sistem dual-socket dengan 32 slot memori, kapasitas di bawah 1 TB dinilai sulit dihindari.
Di sisi lain, Lenovo turut menampilkan solusi berbasis Nvidia NVL4 GB200 yang kini banyak dipamerkan di berbagai ajang teknologi.
Sistem tersebut memiliki total memori sekitar 1 TB yang merupakan gabungan LPDDR5 untuk CPU serta HBM3e untuk empat GPU.
Namun, porsi RAM yang dialokasikan untuk CPU hanya sekitar 240 GB atau sekitar 120 GB per prosesor. Angka tersebut dinilai relatif kecil untuk standar prosesor server modern.
Sementara itu, rumor terbaru menyebut Nvidia juga tengah mempertimbangkan perubahan konfigurasi memori pada prosesor Vera.
Jika sebelumnya dikabarkan mendukung kapasitas RAM hingga 1,5 TB, versi yang akan dipasarkan disebut hanya menawarkan kapasitas maksimal sekitar 768 GB.
Pengurangan kapasitas tersebut berpotensi memangkas biaya secara signifikan. Sebagai contoh, pada sistem NVL72, total kapasitas modul SOCAMM dapat berkurang dari sekitar 55 TB menjadi sekitar 28 TB sehingga biaya implementasi menjadi lebih rendah.