JawaPos.com - Google resmi meluncurkan Android 17 dan Wear OS 7 pada Selasa (17/6). Sistem operasi terbaru tersebut pertama kali tersedia untuk jajaran perangkat Pixel dan dibarengi dengan pembaruan Pixel Drop yang menghadirkan sederet fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini semakin menegaskan strategi Google menjadikan Android dan perangkat Pixel sebagai etalase teknologi AI terbarunya.
Di saat Apple masih mempersiapkan peningkatan AI untuk Siri dan iOS 27 yang dijadwalkan meluncur pada September mendatang,
Google justru langsung menyematkan berbagai inovasi AI generatif ke dalam ekosistem Android.
Seperti dilansir dari TechCrunch, salah satu fitur yang menarik perhatian adalah hadirnya dukungan model AI terbaru Google.
Pixel kini mendapatkan akses ke Lyria 3, model pembuat musik berbasis AI yang mampu menghasilkan lagu hanya dari perintah teks maupun gambar.
Selain itu, Gemini Omni yang bersifat multimodal kini memungkinkan pengguna melakukan pengeditan video langsung melalui percakapan dengan AI.
Google juga meningkatkan kemampuan penerjemahan pada Pixel 10a melalui teknologi AudioLM.
Fitur ini memungkinkan proses terjemahan suara ke suara berlangsung lebih alami dan akurat dibanding generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, pembaruan Pixel Drop menghadirkan kompatibilitas Quick Share dengan AirDrop milik Apple.
Fitur tersebut tersedia untuk sejumlah perangkat Pixel lama seperti Pixel 8a dan Pixel 9a, sehingga mempermudah proses berbagi file lintas ekosistem.
Di sektor komunikasi, Google menambahkan kemampuan baru berupa pesan suara otomatis yang dapat direkam pengguna untuk menjawab panggilan saat sedang tidak bisa mengangkat telepon.
Sementara fitur "Terima Pesan" juga mulai diperluas ke lebih banyak negara.
Untuk perangkat wearable, Google membekali Pixel Watch dengan sistem deteksi keadaan darurat yang lebih canggih.
Jam tangan pintar tersebut kini mampu mengenali kecelakaan kendaraan, insiden terjatuh, hingga kondisi tidak terdeteksinya denyut nadi.
Jika situasi darurat terjadi, perangkat akan secara otomatis menghubungi layanan darurat dan kontak yang telah ditentukan pengguna.
Android 17 juga membawa sejumlah pembaruan pada antarmuka. Salah satunya adalah fitur baru bernama Bubble Bar yang memungkinkan aplikasi yang baru digunakan muncul dalam bentuk gelembung di bagian bawah layar.
Pengguna dapat mengatur posisi gelembung tersebut untuk mempercepat perpindahan antar aplikasi dan meningkatkan produktivitas multitasking.
Bagi kreator konten dan pengguna media sosial, Android 17 memperkenalkan kemampuan merekam kamera depan dan tampilan layar secara bersamaan. Fitur ini memudahkan pembuatan video reaksi atau tutorial yang dapat langsung dibagikan ke platform seperti TikTok, YouTube, hingga Instagram.
Google turut memperkuat aspek keamanan dan kontrol orang tua. Pembaruan terbaru menghadirkan fitur "Tandai sebagai Hilang" pada Find Hub, sistem Deteksi Ancaman Langsung, serta berbagai perlindungan keamanan tambahan. Pengaturan batas waktu penggunaan perangkat dan penyaringan konten juga kini dapat diaktifkan menggunakan PIN tanpa perlu menghubungkan akun Google.
Khusus perangkat ponsel layar lipat, Android 17 menghadirkan mode gaming baru dengan tampilan layar terbagi 50:50 serta kontrol gamepad dinamis untuk meningkatkan pengalaman bermain gim.
Sementara itu, Wear OS 7 membawa sejumlah peningkatan yang berfokus pada integrasi AI Gemini. Pengguna nantinya dapat membuat widget khusus hanya dengan mendeskripsikan kebutuhan mereka melalui perintah sederhana.
Sistem ini juga akan menghadirkan fitur Personal Intelligence yang mampu menghubungkan aplikasi Google dan riwayat percakapan pengguna dengan Gemini untuk memberikan pengalaman yang lebih personal.
Google mengklaim Wear OS terbaru mampu meningkatkan efisiensi daya hingga 10 persen. Selain itu, sistem operasi untuk jam tangan pintar tersebut juga akan mendukung otomatisasi tugas multi-langkah serta integrasi yang lebih baik dengan perangkat masa depan Google, termasuk kacamata AI dan aksesori audio pintar.
Dengan sederet pembaruan tersebut, Google menunjukkan ambisinya untuk menjadikan AI sebagai inti pengalaman pengguna di seluruh ekosistem Android, mulai dari smartphone hingga perangkat wearable.