← Beranda
Anthropic Nonaktifkan Model AI Tercanggihnya Setelah Pemerintah AS Batasi Akses bagi Warga Negara Asing
Mellyna Putri DiniarSelasa, 16 Juni 2026 | 01.05 WIB
Anthropic diinstruksikan pemerintah Amerika Serikat untuk menangguhkan akses model Fable 5 dan Mythic 5 bagi warga negara asing (The Guardian)

JawaPos.com - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membatasi akses warga negara asing terhadap model kecerdasan buatan (AI) paling mutakhir milik Anthropic menandai perkembangan baru dalam persaingan teknologi global. 

Jika selama ini pengendalian ekspor AS lebih banyak menyasar cip semikonduktor dan perangkat keras, kini pengawasan mulai meluas hingga model AI berkemampuan tinggi yang dinilai memiliki implikasi bagi keamanan nasional.

Anthropic mengumumkan akan menonaktifkan akses terhadap model Fable 5 dan Mythos 5 setelah menerima arahan pengendalian ekspor dari pemerintah AS. Kebijakan tersebut mewajibkan perusahaan menghentikan akses kedua model itu bagi seluruh warga negara asing, sementara layanan AI Anthropic lainnya tetap dapat digunakan.

Dilansir dari The Guardian, Senin (15/6/2026), Anthropic menyatakan pemerintah AS mengeluarkan perintah tersebut tanpa menjelaskan secara rinci ancaman keamanan nasional yang menjadi dasar kebijakan. Pemerintah disebut meyakini adanya cara untuk menembus sistem pengaman pada Fable 5, sehingga model tersebut dapat disalahgunakan untuk menemukan celah pada perangkat lunak.

Baca Juga: Anthropic Desak Jeda Pengembangan AI Global saat Kemampuan Claude Kian Melesat

Namun, Anthropic menolak penarikan model tersebut dari pasar dan menyatakan, "Kami tidak sepakat bahwa temuan jailbreak yang sempit dan tidak bersifat universal harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang digunakan ratusan juta orang."

Kebijakan itu muncul di tengah membaiknya hubungan Anthropic dengan pemerintahan Presiden Donald Trump setelah sempat mengalami ketegangan. Sebelumnya, perusahaan tersebut menolak penggunaan model AI mereka oleh militer AS untuk pengawasan di dalam negeri dan sistem persenjataan otonom sepenuhnya. Penolakan itu berujung pada keputusan pemerintah memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam rantai pasok yang dijadwalkan berlaku pada akhir tahun ini.

Di sisi lain, kebijakan Washington ini mencerminkan pergeseran pendekatan AS dalam menjaga keunggulan teknologinya. Jika sebelumnya pembatasan difokuskan pada ekspor cip dan perangkat pendukung kecerdasan buatan untuk menahan laju negara pesaing seperti Tiongkok, kini akses terhadap model AI berkemampuan tinggi juga mulai diperlakukan sebagai isu strategis keamanan nasional.

Selain itu, Anthropic menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan pemerintah AS serta sejumlah pihak lain dalam proses pengujian keamanan sebelum peluncuran Fable 5. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa model AI dari penyedia lain juga memiliki kemampuan serupa dalam menemukan celah kecil pada kode perangkat lunak.

Sementara itu, Kepala Informasi Pentagon Kirsten Davies mendukung kebijakan tersebut. Dalam unggahan di X, dia mengatakan, "Ada hal-hal yang jauh lebih penting daripada siklus pendapatan, sensasi pemberitaan, dan valuasi menjelang penawaran saham perdana. Amerika adalah prioritas utama. Selalu."

Di sisi lain, Anthropic menyatakan tengah berupaya memulihkan akses terhadap kedua model tersebut dengan alasan adanya kesalahpahaman. Perusahaan itu menegaskan, "Dampak dari perintah ini adalah kami harus segera menonaktifkan Fable 5 dan Mythos 5 bagi seluruh pelanggan untuk memastikan kepatuhan. Namun, akses terhadap model Anthropic lainnya tidak akan terpengaruh."

Seorang pejabat Amerika Serikat turut mengonfirmasi bahwa Departemen Perdagangan telah mengeluarkan arahan pengendalian ekspor tersebut.

Sejumlah pakar keamanan siber menilai model AI kelas Mythos berpotensi mempercepat serangan siber canggih jika disalahgunakan, terutama pada sektor perbankan dan infrastruktur digital yang kompleks dan sudah lama beroperasi. Kekhawatiran ini disebut menjadi salah satu dasar pertimbangan kebijakan pemerintah.

Kasus Anthropic menegaskan bahwa persaingan AI global kini tidak lagi sebatas inovasi dan bisnis, melainkan telah bergeser menjadi isu keamanan dan kekuatan strategis. Pembatasan akses model AI mutakhir menunjukkan pergeseran dari kontrol perangkat keras menuju pengendalian kemampuan AI itu sendiri, yang berpotensi membentuk ulang lanskap ekonomi dan teknologi global.

Baca Juga: Anthropic Capai Valuasi 965 Miliar Dolar AS, Geser OpenAI jadi Perusahaan AI Paling Bernilai di Dunia

EDITOR: Candra Mega Sari