← Beranda
Di Tengah Tekanan Viralitas, Menkomdigi Meutya Hafid Tekankan Peran Jurnalis Senior
Nanda PrayogaMinggu, 19 April 2026 | 20.18 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa keberadaan jurnalis senior memiliki peran penting dalam menjaga standar praktik jurnalistik di tengah pesatnya perubahan pola produksi berita di era digital.

Hal tersebut disampaikannya dalam Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Jumat (17/4), di tengah meningkatnya tekanan terhadap kecepatan dan tuntutan viralitas dalam penyajian informasi.

Menurut Meutya, transformasi digital telah mengubah cara kerja jurnalisme secara signifikan, dari proses yang sebelumnya memberi ruang cukup untuk riset dan verifikasi, menjadi semakin cepat dengan jeda yang minim.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 19 April 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

“Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas,” ujarnya.

Ia menilai situasi ini perlu diimbangi dengan proses transfer pengetahuan serta nilai-nilai jurnalistik dari generasi senior kepada jurnalis muda agar mutu informasi tetap terjaga.

“Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang,” ujarnya.

Meutya juga mengingatkan bahwa tanpa adanya pewarisan pengalaman tersebut, akan muncul kesenjangan antara standar yang dibangun jurnalis senior dan praktik yang dijalankan oleh generasi saat ini.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 19 April 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

“Kalau tidak ditularkan, akan ada jarak yang jauh antara pengalaman senior dan praktik jurnalisme generasi sekarang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya menggeser prinsip dasar dalam profesi jurnalis.

“Integritas, proses verifikasi, dan keberanian berdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser,” ungkap Meutya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa di tengah perubahan lanskap media, kesinambungan antar generasi menjadi elemen krusial dalam menjaga kualitas informasi yang diterima publik.

EDITOR: Bintang Pradewo