← Beranda
Mengenal Teknologi Reverse Osmosis sebagai Pilihan Pengolahan Air Minum Isi Ulang
Banu Adikara• Selasa, 13 Oktober 2026 | 18.09 WIB
Ilustrasi: Proses isi ulang galon air minum. (Istimewa)

 

JawaPos.com – Perkembangan teknologi pengolahan air minum menghadirkan beragam metode untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari proses penyaringan hingga penggunaan teknologi membran.

Salah satu teknologi yang digunakan dalam pengolahan air adalah Reverse Osmosis (RO).

Menurut penjelasan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), RO sendiri merupakan teknologi pengolahan air yang menggunakan tekanan untuk melewatkan air melalui membran semipermeabel. 

Baca Juga: Tak Hanya Air Putih, 10 Minuman Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Menjaga Kesehatan Usus

Membran ini membantu memisahkan air dari berbagai zat terlarut, termasuk garam dan sejumlah kontaminan, sehingga karakteristik air hasil pengolahan berbeda dari air baku.

Dalam prosesnya, tekanan diberikan untuk mendorong air melewati membran, sementara sebagian zat terlarut tertahan dan terkonsentrasi pada aliran air sisa.

Baca Juga: Mengandung Coliform dan Tak Berizin, 18 Depot Air Minum di Jakarta Ditutup

Kemampuan RO dalam mengurangi kontaminan bergantung pada jenis membran, kualitas air baku, serta kondisi dan pengoperasian sistem pengolahan.

Salah satu karakteristik air hasil RO adalah kandungan mineral terlarut yang dapat menjadi sangat rendah, bergantung pada sistem yang digunakan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi rasa air.

Namun, rendahnya kandungan mineral bukan satu-satunya indikator keamanan air minum. Kualitasnya tetap perlu dipastikan melalui pengendalian proses, pemeliharaan peralatan, dan pengujian sesuai standar yang berlaku.

Baca Juga: Stop Anggap Semua Orang Boleh Minum! Pemilik Kondisi Medis Ini Justru Harus Waspada Air Kelapa

Teknologi RO kini menjadi salah satu pilihan dalam pengolahan air minum, termasuk pada layanan air minum isi ulang.

Di Indonesia, Depo Air Minum Biru memperkenalkan produk Air RO di gerainya di Jalan Barata Jaya No. 30, Surabaya, Jawa Timur sebagai alternatif bagi konsumen dengan preferensi air minum yang berbeda.

Pendiri sekaligus Direktur Air Minum Biru, Yantje Wongso, mengatakan kehadiran Air RO tidak dimaksudkan untuk menggantikan produk Air Biru yang menggunakan teknologi ozon.

“Air RO dihadirkan untuk memberikan pilihan baru yang sama-sama baik dan dapat menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen yang berbeda,” ujar Yantje.

Menurutnya, Air RO diolah menggunakan kombinasi teknologi RO dan ozon. Produk tersebut memiliki kandungan mineral terlarut yang sangat rendah, sehingga karakter rasanya lebih ringan. Perbedaan teknologi ini memberi konsumen alternatif selain air yang diolah menggunakan ozon.

“Kami melihat RO sebagai salah satu pilihan teknologi yang dapat dikembangkan di dalam ekosistem. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi produk yang relevan bagi konsumen, mulai dari standar kualitas, akses, hingga karakter rasa dan harga yang ditawarkan,” kata Yantje.

EDITOR: Banu Adikara