JawaPos.com - BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris Nurul Rian Hidayat, salah satu korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Total manfaat yang diterima keluarga almarhum mencapai Rp 350,42 juta.
Penyerahan manfaat dilakukan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja kepada keluarga Rian di Pamekasan, Madura.
Rian merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2026. Ia bekerja sebagai perawat di KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan saat berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin pada Minggu (13/9).
Manfaat yang diterima keluarga berasal dari sejumlah program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan manfaat beasiswa pendidikan. Utoh mengatakan proses verifikasi kepesertaan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan korban yang terdaftar sebagai peserta maupun keluarganya memperoleh manfaat sesuai ketentuan.
“Prinsip kami adalah gerak cepat memastikan setiap peserta yang menjadi korban mendapatkan haknya, dan bagi peserta yang meninggal dunia, manfaatnya dapat segera disampaikan kepada ahli waris,” ujar Utoh dalam rilis yang diterima JawaPos.com pada Jumat (18/9).
Menurut dia, percepatan pembayaran manfaat diperlukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban di tengah kondisi sulit akibat musibah tersebut. BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Utoh, masih melakukan penelusuran terhadap korban lainnya. Proses tersebut mencakup pemeriksaan status kepesertaan dan manfaat yang dapat diberikan kepada peserta maupun ahli waris.
KMP Virgo Transport 8 berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada 13 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang dan 89 kendaraan.
Dalam perjalanan, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk disertai gelombang dan angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan kapal mengalami kemiringan berat sebelum kehilangan komunikasi.
Hingga laporan per 17 September lalu, sebanyak 108 orang telah diselamatkan. Sementara itu, enam orang meninggal dunia dan 129 orang masih dalam pencarian.