← Beranda
Peringati HUT Ke-81, PMI Surabaya Beri Apresiasi Bagi 425 Pendonor Darah
Ardini PramithaJumat, 18 September 2026 | 13.29 WIB
PMI Surabaya memberikan apresiasi kepada warga yang sudah mendonorkan darah sebanyak 50 kali. (Dok Diskominfo Surabaya)

JawaPos.com - Sebanyak 425 warga di Surabaya tercatat telah melakukan donor darah hingga 50 kali. Atas dedikasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghargaan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari PMI ke-81 di Gedung Sawunggaling Surabaya, Kamis (17/9). Dari 425 pendonor yang menerima penghargaan, 397 di antaranya merupakan laki-laki dan 28 perempuan.

Kecamatan Gubeng tercatat sebagai wilayah dengan penerima penghargaan terbanyak, yakni 29 pendonor. Selain itu, terdapat dua penerima penghargaan yang memiliki golongan darah rhesus negatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya sekaligus Ketua PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi para pendonor, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

“Pencapaian 50 kali mendonorkan darah bukanlah sesuatu yang sederhana. Di balik setiap kali donor, ada waktu yang diluangkan, ada kepedulian yang dijaga, dan ada komitmen untuk membantu sesama,” ujar Lilik ditemui awak media usai acara.

Menurut Lilik, donor darah merupakan bentuk nyata aksi kemanusiaan yang dapat dilakukan masyarakat tanpa harus menunggu melakukan hal besar. Darah yang disumbangkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

“Kita menolong bukan karena mengenal siapa yang ditolong. Kita menolong karena kita tahu, suatu saat siapa pun dari kita bisa berada di posisi yang membutuhkan pertolongan,” katanya.

Lilik menilai semangat tersebut sejalan dengan tema Hari PMI ke-81, yakni “Peduli, Bergerak, Bersama”. Peduli berarti hadir untuk membantu sesama, bergerak diwujudkan melalui tindakan nyata, sedangkan bersama menunjukkan bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab semua pihak.

Ia berharap kegiatan donor darah tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi terus berkembang menjadi budaya kepedulian di tengah masyarakat Surabaya.

 

“Surabaya bukan hanya kota yang maju secara pembangunan, tetapi juga harus menjadi kota yang kuat rasa kemanusiaannya. Kota yang warganya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli ketika ada orang lain yang membutuhkan,” tuturnya.

Lilik menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, PMI, relawan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kemanusiaan di Kota Surabaya. Kepada para penerima penghargaan, ia menyampaikan apresiasi sekaligus berharap konsistensi dalam membantu sesama terus dipertahankan.

“Kepada 425 penerima penghargaan donor darah sukarela 50 kali, saya mengucapkan terima kasih. Jadikan penghargaan ini bukan sebagai akhir dari pengabdian, tetapi sebagai pengingat bahwa kebaikan yang kita lakukan telah memberikan arti bagi kehidupan orang lain,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kota Surabaya Taufik Rohman Hidayat mengatakan animo masyarakat untuk mendonorkan darah tergolong tinggi. Setiap bulan, PMI Kota Surabaya rata-rata melayani sekitar 12 ribu pendonor.

 

 

EDITOR: Diar Candra