← Beranda
Bantah Rumor Gabung PSI, Hidayat Legowo Dipecat dari Keanggotaan PDI Perjuangan
Ardini PramithaSelasa, 15 September 2026 | 23.09 WIB
Anggota DPC PDI Perjuangan Surabaya Achmad Hidayat resmi dipecat dari keanggotaan partai berlambang banteng usai sowan ke Presiden ke-7 Joko Widodo. (istimewa)

JawaPos.com - Achmad Hidayat mengaku legowo terkait pemecatan dirinya dari keanggotaan Partai PDI Perjuangan. Hidayat mengatakan tetap memberikan respon bagus dan menyebut selama menjadi anggota hanya berkontribusi sedikit.

"Ya saya menyampaikan terima kasih sudah diberikan kesempatan. Saya bersama almarhum Pak Adi Sutarwijono dulu bisa memenangkan Pilkada Eri-Armuji dua kali, memenangkan Pilwali Bu Risma di Surabaya. Sekalipun sumbangsih saya kecil sekali secara politik di PDI Perjuangan, saya berterima kasih," kata Achamd, Selasa (15/9).

Dia menegaskan tetap berpegang teguh pada amanat partai. Bahwa PDIP merupakan bagian dari NKRI yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kalau memang saat ini DPP partai melihat langkah saya itu abot (berat) ke urusan partainya, bukan urusan kebangsaannya, ya monggo. Nanti biar waktu yang menguji. Saya legawa dan berterima kasih sekali," katanya.

Sementara Achmad menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo hanya untuk silahturahmi. Kunjungan itu dilakukan pada Juli lalu. "Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli ya, Mbak. Hanya jadi silaturahim, lalu saya posting di Instagram itu," katanya. Kemudian, tak lama setelah itu, pada bulan lalu ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP. "Saya kemudian dipanggil oleh DPP," katamya.

Hidayat mengatakan, agendanya berkunjung ke rumah Jokowi pada Juli lalu dilakukan atas inisiatif pribadi setelah ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Saat itu, ia menegaskan tidak menggunakan atribut partai. "Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri," ujarnya.

Saat berkunjung, Hidayat datang bersama sejumlah rekan, termasuk kader senior PDIP dan pihak swasta. Ia mengaku hanya bersilaturahmi, berfoto, dan sempat menanyakan soal keharmonisan hubungan kebangsaan.

"Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu aja yang saya ungkapkan ke DPP," ceritanya.

Buntut dari unggahan foto kunjungan tersebut di media sosialnya, DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan dirinya ke DPP PDIP. Hidayat kemudian dipanggil untuk sidang Komite Etik dan Disiplin PDIP yang dipimpin Sadarestuwati pada 26 Agustus lalu.

 

​Dalam persidangan tersebut, Hidayat ditanya mengenai dugaan adanya langkah politik lain, termasuk isu rencana kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, ia membantah tegas rumor tersebut.

"Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Wong kita itu hanya silaturahmi biasa. Lah saya ini loh siapa? Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus," jelasnya. Setelah sidang etik, Hidayat bersama rekannya sempat menyampaikan tiga poin pernyataan sikap kader.

Salah satunya mengusulkan agar DPP PDIP mempertimbangkan rehabilitasi nama Jokowi sesuai dengan AD/ART partai. Atas usulan itu, DPP memutuskan untuk memberikan sanksi pemecatan organisasi kepada Achmad Hidayat.

Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui surat keputusan (SK) bernomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan Sekjen Hasto Kritiyanto tertanggal 4 September 2026.

 

EDITOR: Diar Candra