JawaPos.com - Suasana di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, terpantau lebih lengang dari biasanya. Dari pantauan JawaPos.com pada Senin (7/9) sampai pukul 09.30 WIB, jumlah penumpang yang berlalu-lalang terlihat menyusut.
Berkurangnya aktivitas itu menyusul pembatalan sejumlah penerbangan sejak Minggu (6/9). Belasan penerbangan di Bandara Juanda kembali dibatalkan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Salah seorang penumpang yang terdampak pembatalan jadwal penerbangan, Robby Hani Asmara (42) mengaku memaklumi pembatalan tersebut. Sebab, langkah ini diambil karena adanya force majeur berupa bencana alam yang di luar kendali manusia.
"Ya menerima aja, bagaimana lagi. Namanya juga bencana alam kan kita gak bisa apa-apa,” ujar Robby. “Yang penting kan ada kejelasan dari pihak terkait," tambahnya kepada JawaPos.com.
Robby sejatinya hendak terbang ke Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk urusan pekerjaan. Ia melakukan pembelian tiket pesawat Super Air Jet pada Kamis (3/9) dengan jadwal penerbangan pada Senin (7/9).
Ia pun memilih datang ke Bandara Juanda untuk memastikan jadwal pesawat yang harusnya ia tumpangi sekaligus melakukan pengembalian dana.
"Akhirnya refund tiket. Tapi gampang kok prosesnya tinggal nunjukin tiket, terus diminta menunggu (proses pengembalian dana) maksimal 2,5 bulan," kata pria asli Surabaya tersebut.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengungkapkan, berdasarkan data hingga pukul 09.30 WIB, terdapat 12 penerbangan yang mengalami pembatalan, dengan rincian 5 kedatangan dan 7 keberangkatan.
Pembatalan terjadi karena ditutupnya empat bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
"Kondisi tersebut turut memberikan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan, termasuk pada sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda," ucapnya.