JawaPos.com - Wakil Ketua BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan massal yang dialami lebih 600 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) itu terjadi Selasa (1/9) lalu.
Permohonan maaf tersebut disampaikan saat berkunjung ke Ponpes Manbaul Hikam pada Jumat (4/9). Dalam kunjungannya tersebut, Trenggono diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, KH. Abdul Wahid Harun.
"Mohon maaf sekali lagi atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasikan sehingga adanya kejadian fatal," kata Trenggono.
Trenggono menjelaskan kehadirannya tersebut adalah untuk melihat lebih dekat insiden keracunan massal yang terjadi. Trenggono mengatakan, berdasarkan laporan dari Pengasuh Ponpes, jumlah santri yang terdampak mencapai 740-an orang.
"Kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di sembilan rumah sakit atau fasilitas Kesehatan. Dan semua sudah dalam kondisi pulih, dalam kondisi baik," ujarnya.
Trenggono menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola dan mengevaluasi berbagai kekurangan dari program pemerintah tersebut. Meskipun, ia merasa prosedur yang diterapkan dalam program MBG selama ini sudah sesuai.
"Secara SOP dan sebagainya sudah sesuai. Yang terjadi keracunan itu karena ketidakpatuhan terhadap SOP," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, hingga Kamis (4/9) siang, jumlah korban keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam dan pelajar dari sekolah yang ada di sekitarnya mencapai 748 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 728 orang sudah diperbolehkan pulang dan 20 sisanya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.