JawaPos.com - Sebanyak 43 pedagang pasar tumpah yang menempati badan jalan dan saluran air di kawasan Jalan Jagir Wonokromo 8 direlokasi.
Tujuannya, untuk membuka akses jalan putar balik (u-turn) baru yang lebih aman bagi pengguna jalan.
Camat Wonokromo Rerry Setianingtiyaswati menjelaskan selama ini pengendara dari Jalan Raya Stasiun Wonokromo menuju Jalan Raya Wonokromo kerap melakukan putar balik secara membahayakan di area parkir pertokoan yang bukan merupakan jalan umum.
“Sebenarnya, Jalan Jagir Wonokromo 8 sebenarnya merupakan akses jalan tembus, namun selama ini tertutup oleh lapak pedagang dan bangunan liar. Oleh karena itu, kami lakukan penertiban yang disambut baik oleh warga setempat,” kata Rerry, Kamis (3/9).
Rerry menjelaskan sebelum ditertibkan, pihaknya telah melayangkan Surat Peringatan (SP) pada pertengan awal bulan Maret.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Rusia Mitra Penting Indonesia, Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis
Kemudian, pelaksanaan penertiban baru dilakukan pada Senin (31/8) dengan stakeholder terkait.
“Sebagai solusi untuk pedagang kami telah berkoordinasi dengan PD Pasar Surya Perseroda Pasar Wonokromo, supaya seluruh pedagang di tampung di stan Pasar Wonokromo yang lokasinya tepat berada di sebelah area penertiban,” terangnya.
Pascapenertiban, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya langsung menerjunkan alat berat pada Selasa (1/9) untuk memulai perbaikan infrastruktur.
Pekerjaan yang dilakukan adalah pembersihan dan pengoptimalan fungsi drainase, peninggian dan pengurukan agregat sepanjang 60–70 meter dengan lebar 10 meter dan pengaspalan jalan dari ujung ke ujung hingga menghubungkan antarjalan raya.
Proses pengerjaan fisik ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hari. Setelah proyek selesai, Jalan Jagir Wonokromo 8 yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui kendaraan roda dua, dipastikan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dengan aman dan nyaman.
"Untuk rute dan sistem lalu lintas yang akan diterapkan nantinya akan disesuaikan kembali berdasarkan kajian dari Dishub Surabaya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Wonokromo, Agus Setyawan mengatakan siap menampung seluruh pedagang pasar yang ditertibkan.
"Kami dari PD Pasar Wonokromo sudah diinfokan sebelumnya terkait rencana penertiban PKL di sisi selatan pasar. Pihak kecamatan meminta kami menyiapkan data stan kosong untuk menampung para pedagang tersebut," kata Agus saat dikonfirmasi.
Dia berharap, dengan masuknya 43 pedagang ini ke dalam area resmi Pasar Wonokromo, tidak hanya mengembalikan fungsi Jalan Jagir Wonokromo 8sebagai jalur lalu lintas dan perputaran kendaraan, tetapi juga meningkatkan aktivitas perekonomian pasar di dalam bangunan yang lebih aman dan tertata.
"Kami berharap penataan ini, menjadi langkah yang baik untuk semua pihak. Bagi penguna jalan, maupun bagi masyarakat yang ingin berbelanja supaya tetap nyaman dan aman,” pungkasnya.