JawaPos.com - Kepala SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh santri dan siswa yang keracunan diduga usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Selasa (1/9).
"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli ditemui, Rabu (2/9).
Dia menjelaskan bahwa proses masak dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB. Lalu, dikirim ke sekolah-sekolah pukul 11.00 WIB.
"Makanan itu bertahan sekitar empat jalan setelah didistribusikan," jelasnya.
Baca Juga: Lihat HP, Puryani Meluncur ke Pondok Manbaul Hikam Cari Anaknya yang Diduga Keracunan MBG
Menurutnya, sebelum dibagikan makanan tersebut akan dites rasa oleh guru dari masing-masing pihak sekolah.
"Nah setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu, tetapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya bingung," jelasnya.
Rafli menuturkan bahwa SPPG Kalitengah mulai berdiri April 2026. Setiap hari, SPPG tersebut mengolah makanan yang akan dibagikan ke 19 sekolah dengan jumlah 2.800 porsi.
Sebelumnya, ratusan siswa dan santri diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG, Selasa (1/9) siang.
Mereka mengalami pusing, mual hingga kenjang dan harus dirujuk ke beberapa rumah sakit di Sidoarjo.
Baca Juga: 35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Terbaru, total 516 siswa dan santri mengalami keracunan. 88 di antaranya masih dirawat.