← Beranda
Buntut Keracunan Massal, BGN Setop Operasional SPPG Kalitengah Sidoarjo
Dadang KurniaRabu, 2 September 2026 | 17.55 WIB
Total ada 293 santri Manbaul Hikam Sidoarjo yang diduga keracunan MBG. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo.

Langkah tegas ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami keracunan diduga akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9).

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo langsung turun ke lokasi SPPG Kalitengah setelah mendapatkan informasi mengenai keracunan massal tersebut.

"Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara," kata Teguh.

Terkait berapa lama suspensi yang diberikan, Teguh menyatakan belum bisa memastikannya. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari BGN pusat, sekaligus menunggu hasil uji sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar (untuk memastikan berapa lama masa suspensi). Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya sementara atau suspen permanen," ujarnya.

Teguh memastikan, sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan massal telah diambil secara langsung oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dan pihak kepolisian.

Baca Juga: Update! Total 83 Santri Diduga Korban Keracunan MBG Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo

Teguh mengungkapkan, SPPG Kalitengah menyuplai 2.800 porsi MBG setiap harinya. Khusus untuk santri Ponpes Manbaul Hikam sekitar 1.000 porsi dan sisa kuota sebanyak 1.800 porsi didistribusikan untuk siswa-siswi di berbagai sekolah di luar lingkungan pesantren. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan