JawaPos.com - Media sosial Threads menjadi gaduh ketika beredar kabar Hotel Shangri-La Surabaya dijual dengan harga selangit. Dari informasi di media sosial, hotel tersebut dibanderol senilai Rp 2,3 triliun.
Informasi penjualan Hotel Shangri-La itu pertama kali diunggah oleh akun bernama @sahatmaruli8 pada Sabtu (29/8). Dan sampai Selasa (1/9) unggahan itu sudah disukai 612 orang hingga dibagikan sebanyak 1,9 ribu kali.
Akun tersebut juga menuliskan mekanisme pembelian. Yakni mengirim LOI, SPH, dan SKB. Pembayaran dapat tunai atau transfer. Ada pun catatan yang meyakinkan bahwa informasi tersebut benar.
“Note: Dijual. Super Valid..2 juta persen..tidak ada dokumen yang keluar..info lebih lanjut wa," tulis takarir dalam unggahan itu.
Dalam utas itu, ditampilkan sebuah foto hotel dengan tulisan Shangri-La. Selain itu ada juga banderol dalam rupiah yang dipasang hingga spesifikasi.
"DIJUAL HOTEL SHANGRILA *BINTANG LIMA 5
*HARGA NETT: RP. 2,3T
*LOKASI: SURABAYA JATIM," tulis utas tersebut.
Spesifikasi hotel yang ditulis adalah memiliki luas lahan 47.751 m2, 16 lantai, 1 basement, 385 kamar, berdiri tanggal 11/1/1995, dan dibangun oleh PT. Sariputra Permai. Lalu sistem kamar continental plan (kamar dan makan pagi), jenis hotel presidentil room sistem, dan layanan 24 jam full time operational.
Informasi itu pun langsung dibantah pihak hotel Shangri-La. Mereka menegaskan kabar itu hoaks. Menanggapi hal itu, Marcom Hotel Shangri-La Yuliana menegaskan bahwa informasi tersebut tidaklah benar.
"Hingga detik ini tidak ada official statement resmi dari Shangri-La Surabaya beserta management mengenai hal tersebut," kata Yuliana, Selasa (1/9). Pihak Shangri-La juga tidak diam saja usai ada utas penjualan hotel tersebut. Pihaknya akan menindaklanjuti demi kepercayaan tamu hotel.
"Informasi yang beredar tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa setiap kabar hoaks ditangani dengan serius. Dan pihak hotel akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk menjaga kenyamanan serta kepercayaan para tamu," jelasnya.
Ditanya apakah akan melaporkan kepada pihak berwajib, Hotel Shangri-La masih belum bisa memberikan jawaban. "Sampai saat ini belum ada statement lagi mengenai hal itu," ujar Yuliana.