← Beranda
Patahkan Stigma Kampungan, Siswa Madrasah Jatim Pamerkan Inovasi Robotika hingga AI
Dadang KurniaSelasa, 1 September 2026 | 22.34 WIB
Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar menjajal motor listrik karya siswa madrasah Pamekasan. (Kanwil Kemenag Jatim)

 

 

JawaPos.com - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, siswa madrasah memiliki kemampuan untuk berprestasi dan berinovasi di berbagai bidang. 

Ia juga mengajak siswa-siswi madrasah di Jatim untuk terus berinovasi sekaligus memupus stigma kampungan yang dirasanya kerap dilekatkan pada lembaga pendidikan tersebut.

 "Tidak ada ceritanya madrasah itu kampungan. Kita ingin menghapus stigma bahwa madrasah itu kampungan," ujarnya saat membuka EXPO Madrasah Jawa Timur 2026 yang digelar di Aula Al Ikhlas II Kanwil Kemenag Jatim, Sidoarjo, Selasa (1/9). 

 Mengusung tema “Dari Madrasah Lahir Karya, Menginspirasi Dunia”, pameran ini diharapkan mampu menjadi etalase pembuktian bahwa kualitas karya dan inovasi siswa madrasah tidak kalah canggih dibanding siswa sekolah unggulan.

Di era digital ini, kata dia, peserta didik madrasah mampu mengembangkan diri di berbagai bidang, mulai dari robotika, sains, teknologi, seni, bahasa, hingga kewirausahaan. 

 "Coba kita lihat apa yang dipamerkan hari ini. Ada robotik. Kemudian ada Mini Drama Competition berbahasa Inggris," ujarnya. 

 Ia pun berharap, karya dan prestasi siswa madrasah tidak hanya diketahui oleh lingkungan internal, tetapi juga diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Maka dari itu, ia mendorong pameran ke depan dilaksanakan di ruang publik agar masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai inovasi karya madrasah. 

 "Al-khairu idza dzahara intasyara. Kebaikan apabila ditampakkan, maka akan menyebar,” ucapnya. 

 Akhmad melanjutkan, Expo Madrasah sejatinya dapat menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dan orang tua. Melalui pameran yang digelar, orang tua dapat melihat langsung karya, kreativitas, kompetensi, dan prestasi yang dihasilkan anak-anaknya. 

 “Jangan hanya keberhasilan anak ditunjukkan melalui rapor tertulis. Tunjukkan karya mereka, kompetensi akademiknya, kreativitasnya, dan prestasinya,” kata Akhmad. 

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo mengungkapkan, Expo Madrasah Jatim 2026 diikuti madrasah dari 38 kabupaten/ kota di wilayah setempat. Karya yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA. 

Ragam karya yang dipamerkan antara lain inovasi sains, robotika, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), multimedia, animasi, seni budaya, literasi, batik, kerajinan, hingga kewirausahaan. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan