JawaPos.com – Hunian yang layak menjadi salah satu problem di kota besar Indonesia. Demi mewujudkan kebutuhan tempat tinggal layak, Pemerintah Kota Surabaya membuat strategi untuk warga kotanya. Sebagaimana diberitakan Antara Selasa (1/9), Pemkot Surabaya tidak hanya memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Tetapi juga menyiapkan rumah susun sederhana milik atau (Rusunami) sebagai jalur menuju kepemilikan hunian.
Awal Agustus lalu, sebanyak 2 ribu unit rutilahu di Surabaya mendapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Saya putuskan kuota bedah rumah di Kota Surabaya yang sebelumnya di 2025 sebanyak 187 unit dan di 2026 sebanyak 1.096 unit, hari ini saya naikkan menjadi 2 ribu unit untuk tahun 2026," kata Maruarar dikutip Antara. Maruarar mengemukakan dalam program perbaikan rumah ini masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya. Sebab program ini tidak dikenakan ada biaya sepeserpun.
"Bahkan, jika ditemukan adanya pungutan, masyarakat bisa melaporkannya pada saluran yang sudah disediakan," katanya. Maruarar mengatakan, pemerintah memberikan bantuan tersebut khusus untuk masyarakat dengan berpenghasilan rendah (MBR). Khususnya desil 1 sampai dengan 4 supaya program tersebut tepat sasaran.
Pemkot Surabaya menyiapkan rusunami untuk pasangan muda, termasuk generasi Z, sebagai pilihan kepemilikan rumah di tengah keterbatasan lahan dan tingginya harga properti. Rencana awal Pemkot Surabaya menyebut tiga lokasi rusunami. Yakni Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel. Konsepnya berbeda dari rumah susun pada umumnya karena setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur dan ditujukan untuk keluarga muda.
Gagasan tersebut melengkapi Rutilahu. Jika Rutilahu memperbaiki rumah yang sudah ditempati, Rusunami membuka jalan bagi warga yang belum memiliki rumah untuk memasuki jenjang kepemilikan. Pemkot Surabaya menargetkan harga Rusunami di bawah Rp 500 juta, dengan sejumlah unit diproyeksikan berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp 200 juta. Harga itu ergantung tipe dan lokasi dan untuk sementara perhitungannya masih dimatangkan.