← Beranda
Anggota DPR Bambang Haryo Kirim 12 Truk Bantuan ke NTT, Prioritaskan Nagekeo
Ardini PramithaSabtu, 22 Agustus 2026 | 23.05 WIB
Sejumlah personel BPBD Kabupaten Ende bersama Basarnas Kota Ende dibantu relawan dan warga mendirikan tenda BNPB di Kantor Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8). (BPBD Kabupaten Ende)

JawaPos.com - Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengirim 12 truk bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Bantuan yang meliputi susu, obat-obatan, perlengkapan ibu dan anak, selimut, genset, kabel, serta kebutuhan logistik lainnya itu diprioritaskan untuk warga Kabupaten Nagekeo. 

BHS mengatakan, Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena distribusi bantuan ke daerah tersebut masih terbatas. 

Kondisi infrastruktur yang terdampak gempa, termasuk kerusakan jalan dan sejumlah jembatan, juga menjadi tantangan dalam proses pengiriman.

Baca Juga: Sosok Ahmad Zaki Ali, Pendiri Gerak Bareng yang Meninggal saat Misi Kemanusiaan di NTT

“Kami berharap distribusi berjalan lancar meski kondisi infrastruktur, termasuk jalan dan beberapa jembatan, mengalami kerusakan akibat gempa,” kata BHS, Sabtu (22/8). 

BHS mengatakan, bantuan tersebut dikirim melalui kolaborasi Dharma Lautan Utama dan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP). 

Koordinasi juga dilakukan dengan posko bencana dan masyarakat setempat agar bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan para penyintas.

"Bantuan tersebut diperkirakan menyasar lebih dari 1.000 kepala keluarga yang terdampak gempa," kata legislator asal Partai Gerindra ini. 

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, BHS meminta penanganan korban juga memperhatikan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak.

Baca Juga: Kisah Korban Gempa NTT, Tetap Layani Warga Agar Kebutuhan Energi Terjaga

“Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik. Anak-anak dan keluarga korban juga membutuhkan pendampingan psikologis agar mereka dapat melewati trauma akibat bencana,” katanya.

BHS mendorong pemerintah daerah, kepolisian, rumah sakit, hingga relawan memperkuat layanan trauma healing di lokasi pengungsian. 

Pendampingan psikososial, menurut dia, perlu dilakukan bersamaan dengan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.

EDITOR: Bayu Putra