← Beranda
Viral Olahan Serba Kimpul, Ahli Gizi Unair Sebut Bisa Jadi Alternatif Sumber Karbohidrat
Novia HerawatiSabtu, 15 Agustus 2026 | 23.08 WIB
Ilustrasi kimpul. (Dapur Umami Ajinomoto)

JawaPos.com - Belakangan ini, olahan berbahan kimpul tengah digandrungi masyarakat setelah viral di media sosial TikTok. Ahli gizi sebut kalau kimpul bisa jadi alternatif karbohidrat.

Tren kimpul ini bermula dari seorang Ibu asal Bantul Jogjakarta. Melalui akun TikTok @black.sheep8208, ia aktif membagikan konten seputar makanan dengan bahan kimpul atau talas Belitung.

Biasanya, kimpul hanya diolah sederhana dengan cara direbus. Namun ditangan ibu tersebut, kimpul diolah menjadi berbagai makanan kekinian, seperti kimpul chewy cookie, chikuro kimpul, sampai seblak berbahan kimpul.

Baca Juga: Tebing Longsor Tutup Jalan Nasional usai Gempa NTT, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Kalimat khas “karena saya nggak punya, jadi saya ganti kimpul” yang kerap dikatakan konten kreator tersebut dalam kontennya juga viral. Warganet pun memparodikan tren ini sebagai candaan.

Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh menyebut kimpul dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain beras dan singkong. Namun, penggunaannya lebih tepat sebagai pangan diversifikasi atau substitusi parsial.

"Tetapi bagi orang yang memiliki pemikiran ‘Kalau belum makan nasi, berarti belum makan’, sepertinya kimpul lebih tepat sebagai pangan diversifikasi dan substitusi parsial, bukan pengganti nasi,” tuturnya, Sabtu (15/8).

Kimpul merupakan tanaman umbi lokal tradisional dari keluarga talas atau Araceae. Selain mudah diolah, kimpul juga memiliki potensi gizi yang tinggi karena kandungan serat dan karakteristik pati yang bagus.

Namun dari sisi penerimaan, kepraktisan, pengolahan, dan kebiasaan makan
masyarakat Indonesia, kimpul masih kalah dari nasi. Selain diolah menjadi aneka makanan, kimpul juga bisa dijadikan tepung.

"Tepung inilah yang menjadi olahan paling potensial dari kimpul, karena dapat mensubstitusi terigu dan digunakan untuk berbagai macam bahan, seperti cookies, biskuit, brownies, cake, bolu, pancake,” imbuhnya.

Tepung dari kimpul juga dapat diolah menjadi keripik kimpul, stik kimpul, dan dikombinasikan dengan sumber protein sehingga menjadi bubur kimpul, MP-ASI, biskuit fortifikasi, dan olahan menarik lainnya.

"Menurut saya, tantangan diversifikasi pangan kimpul bukan pada ketersediaannya, tetapi cara mengubah kebiasaan preferensi konsumsi masyarakat yang sudah terbiasa makan nasi," pungkas Lailatul. (*)

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah