← Beranda
Bikin Bangga! Paduan Suara SMPN 1 Surabaya Borong 4 Penghargaan Internasional di Thailand
Novia HerawatiJumat, 7 Agustus 2026 | 22.27 WIB
Paduan Suara SMP Negeri 1 Surabaya saat tampil dala. ajang 3rd Thailand International Choral Festival (Thai ICF) 2026 di Bangkok, Thailand. (Dokumentasi Dispendik Surabaya)

JawaPos.com - Prestasi gemilang kembali diraih Tim Paduan Suara SMP Negeri 1 Surabaya dengan memboyong empat penghargaan dalam ajang 3rd Thailand International Choral Festival (Thai ICF) 2026 di Bangkok, Thailand.

Empat penghargaan tersebut yakni Special Jury’s Award: Outstanding Conducting, Special Jury’s Award: Excellent Programming, First Winner of Children’s Choir Category, dan First Winner of Pop & Jazz Category.

Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Thailand Cultural Centre, Bangkok pada 3 - 7 Agustus 2026. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga yang mempertemukan paduan suara dari berbagai negara. 

Dalam kompetisi tersebut, Paduan Suara SMP Negeri 1 Surabaya membawakan lagu Suwidak Loro dan Agletta untuk kat3gori Children’s Choir, serta menampilkan lagu Reflection dan Golden pada kategori Pop & Jazz. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengapresiasi keberhasilan siswa SMP Negeri 1 Surabaya yang membawa pulang prestasi di lomba paduan suara internasional tersebut. 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga membentuk karakter peserta didik, mulai dari disiplin, kerja sama, tanggung jawab, hingga kepercayaan diri.

“Saya ucapkan selamat kepada anak-anak One Voice Spensabaya (nama paduan suara SMP Negeri 1 Surabaya) atas prestasi yang diraih di tingkat internasional," tutur Febri di Surabaya, Jumat (7/8).

Febri menegaskan pembentukan karakter adalah bagian penting dalam pendidikan. Karena itu, sekolah didorong tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan potensi anak-anak melalui berbagai kegiatan.

“Paduan suara seperti ini menjadi salah satu contoh bahwa anak-anak bisa belajar banyak hal di luar kemampuan bernyanyi. Mereka belajar disiplin mengikuti latihan, bertanggung jawab terhadap perannya, menghargai teman, membangun kekompakan, dan berani tampil. Nilai-nilai seperti inilah yang penting untuk terus kita kembangkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Eko Widayani menyebut keberhasilan bukan sekedar meraih kemenangan. Proses latihan dan perjuangan para siswa menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mereka.

“Dukungan dan proses pembimbingan yang kami lakukan merupakan bagian dari pendidikan karakter dan tumbuh kembang anak melalui bakat dan talenta mereka, salah satunya di bidang olah vokal (paduan suara)," ucap Eko.

Eko percaya keberhasilan para siswa lahir dari kolaborasi tiga unsur, yakni sekolah, pelatih, dan orang tua. Ketiganya berperan sebagai satu kesatuan dalam mendampingi siswa, mulai dari proses latihan hingga mengikuti kompetisi.

“Di balik anak-anak yang hebat, pasti ada orang tua yang hebat dan guru-guru yang hebat. Semuanya dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan pendidikan karakter anak melalui bakat dan talenta mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Koordinator Ekstrakurikuler One Voice Spensabaya, Novita Hidayati, mengatakan empat penghargaan di Thailand merupakan hasil dari persiapan panjang para siswa selama 6 bulan. 

“Untuk mencapai hasil tersebut proses latihan anak-anak tentu tidak mudah. Mereka menjalani pembinaan kurang lebih selama enam bulan dengan latihan yang cukup intensif sebelum tampil di Bangkok, Thailand," kata Novita.

Intensitas latihan ditingkatkan selama tiga pekan menjelang keberangkatan. Para siswa berlatih hingga malam dan menjaga kebugaran serta kualitas suara dengan menerapkan pola makan sesuai arahan pelatih.

Proses persiapan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Para siswa harus menyatukan kemampuan individu menjadi harmoni yang utuh, meski sebagian dari mereka sebelumnya telah terbiasa tampil sebagai penyanyi solo.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri saat tampil, para pendamping menerapkan pendekatan yang menyenangkan. Suasana yang nyaman diharapkan membuat para siswa lebih percaya diri dan maksimal di atas panggung.

“Kami punya jargon, ‘Ayo, kalian artisnya.’ Itu untuk membangkitkan mood anak-anak sekaligus mendorong mereka tampil percaya diri dan memberikan penampilan terbaik,” pungkas Novita. 

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra