JawaPos.com - Gelak tawa dan sorak semangat memenuhi halaman UPTD Kampung Anak Negeri Kalijudan, Surabaya, saat puluhan anak penyandang disabilitas larut dalam kemeriahan lomba Agustusan, Jumat (7/8).
Tak ada raut canggung, yang terdengar justru tawa riang dan sorak penyemangat. Sekitar 60 anak penyandang disabilitas di Surabaya menikmati berbagai lomba, seperti balap karung, makan kerupuk, hingga balap kelereng.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak disabilitas dapat ikut merasakan kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Ini kegiatan yang kami rancang agar adik-adik di Kalijudan bisa ikut bergembira dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Kami ingin menumbuhkan semangat, kejujuran, sportivitas, dan kebersamaan,” tutur Antiek.
Baca Juga: Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Anak-anak pun antusias mengikuti perlombaan, bahkan sebelum digelar. Mereka disebut telah beberapa kali menanyakan kepada pendamping mengenai waktu pelaksanaan lomba karena ingin segera ikut berpartisipasi.
“Dari kemarin mereka sudah bertanya, ‘Bu, kapan lombanya?’ Karena itu, kami siapkan beberapa lomba yang disesuaikan dengan kondisi mereka agar mereka bisa mengikuti dengan nyaman dan merasa senang,” imbuhnya.
Semarak kemerdekaan tidak hanya berlangsung di UPTD Kalijudan. Dinsos Surabaya juga menyiapkan kegiatan serupa di sejumlah lokasi layanan lainnya, termasuk Griya Werdha dan Rumah Anak Prestasi (RAP).
Jenis perlombaan dibuat beragam, seperti meniup balon, memasukkan bendera, dan lari estafet, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di berbagai lokasi juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati perayaan kemerdekaan.
Antiek menambahkan, lomba tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengasah sportivitas, kerja sama, keterampilan, serta mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.
“Harapannya anak-anak memiliki sportivitas yang tinggi, bisa bekerja sama, dan menunjukkan kemampuan serta kreativitasnya dalam mengikuti lomba (agustusan),” pungkas Antiek.