← Beranda
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Minta Pengelola Mal Tak Tinggikan Pagar
Novia Herawati• Jumat, 7 Agustus 2026 | 06.47 WIB
Ilustrasi pagar tinggi yang dipasang pengelola di Tunjungan Plaza Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

 

 

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelola pusat perbelanjaan (mal) di Kota Pahlawan untuk tak meninggikan pagar. 

Hal ini demi menjaga estetika dan menghindari kesan Surabaya sebagai kota tidak aman.

Eri mengaku pihaknya telah bertemu dengan sejumlah pengelola mal. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Surabaya memberikan saran agar para pengelola mal tidak membangun pagar yang terlalu tinggi.

“Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, saya ingin ketika ada pagar itu, orang jalan semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman,” tuturnya, Kamis (6/8).

Meski demikian, Eri Cahyadi menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak meminta untuk membongkar pagar mal yang sudah terlanjur terpasang, hanya saja menurunkan tingginya untuk menjaga estetika.

“Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar tinggi) karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja (yang memasang pagar tinggi),” sambungnya. 

Eri juga menegaskan kembali, pagar yang dibangun pengelola mal bukan karena untuk mengantisipasi adanya aksi massa. Melainkan untuk estetika dan keamanan pengunjung yang akan berkunjung ke pusat perbelanjaan. 

Ia mencontohkan kondisi di Tunjungan Plaza. Banyak pengunjung masih menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat saat masuk maupun keluar mal, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menurut Eri, kebiasaan menyeberang sembarangan itu kerap menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Petugas bahkan berulang kali mengingatkan pejalan kaki agar memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada.

"Mereka (pemilik mal) menyampaikan, diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa, padahal tidak seperti itu,” kata Eri.

Terlepas dari adanya pagar tinggi yang dipasang pengelola mal, Eri mengatakan bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan sejatinya telah memasang barrier atau pembatas beton di Jalan Basuki Rahmat.

Barrier beton dipilih untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Berbeda dengan pembatas berbahan plastik yang mudah bergeser, barrier beton dinilai lebih aman bagi pengendara maupun pejalan kaki.

Namun dalam realita di lapangan, masyarakat tetap menyeberang bukan di JPO dan nekat menggeser barrier. Pemkot mengajak seluruh warga dan pengguna jalan untuk saling menjaga fasilitas umum (fasum) yang disediakan.

Baca Juga: Viral Dugaan Premanisme Ormas di Surabaya, Eri Cahyadi: Jangan Pakai Kekerasan, Indonesia Negara Hukum!

“Maka ayo saling menjaga Surabaya dan saya berharap dijaga lah, kalau ada tanda larangan parkir jangan parkir (sembarangan), kalau sudah ditutup barrier jangan belok memotong jalan, agar apa? Nggak ada kecelakaan,” pungkas Eri. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan