← Beranda
AHY Resmikan 166 Rumah Layak Huni Hasil Penataan Kawasan Kumuh di Gresik
Novia HerawatiMinggu, 2 Agustus 2026 | 23.13 WIB
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan 166 rumah layak huni di Gresik. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan 166 rumah layak huni yang menjadi hasil penataan kawasan kumuh di Desa Campurejo, Gresik, Sabtu (1/8).

Peresmian tersebut menjadi bukti kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan kawasan permukiman yang aman, sehat, resik, indah (ASRI) dan berkelanjutan.

Program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-TPPKT) Tahun Anggaran 2025, sebanyak 166 unit rumah di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik berhasil diwujudkan.

Rinciannya terdiri atas 69 unit pembangunan baru relokasi, 33 unit pembangunan baru in situ, 43 unit peningkatan kualitas rumah, serta 21 unit pembangunan baru yang didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Saya mengapresiasi Ibu Gubernur. Ada lima lokasi yang mendapatkan dukungan DAK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan tambahan melalui APBD," tutur AHY, Minggu (2/8).

Lima lokasi pelaksanaan DAK PPKT tersebut, meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, dan Madiun.

"Ini menunjukkan komitmen yang kuat (antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah) agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati hunian yang layak," ucap Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, AHY menegaskan, program DAK-PKKT merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak dan lingkungan yang sehat.

“Ini bukti bahwa negara hadir, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah hadir untuk masyarakat yang kita cintai. Kita ingin memastikan kualitas hidup masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, dari total 166 unit rumah di Gresik yang diresmikan, 145 unit merupakan hasil pendanaan Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-PKKT).

Adapun 21 unit lainnya hasil kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas permukiman warga.

Tak hanya membangun rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi infrastruktur pendukung, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, tandon air, sambungan air bersih, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain itu, tersedia pula Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Fasilitas tersebut dihadirkan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, tertata, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini masyarakat Desa Campurejo bisa merasakan langsung manfaat nyata dari sinergi dan kolaborasi mulai pemerintah pusat, daerah dan sektor swasta,” kata Gubernur Khofifah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi contoh nyata pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga percepatan pengentasan kawasan kumuh dapat diwujudkan secara optimal.

"Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni,” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra