JawaPos.com — Gemuruh tepuk tangan memenuhi PPPK Petra Auditorium, SMA Kristen Petra 1, Surabaya, Sabtu (25/7/2026) malam. Konser musik orkestra bertajuk “Timeless Harmony” sukses menghadirkan perpaduan harmoni suara, gerak, dan musik yang memukau ribuan pasang mata.
Pagelaran seni akbar tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan 73 Tahun Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (PPPK) Petra dengan tema “Crafting the Future Embracing HIStory”.
Acara itu sekaligus menandai perjalanan panjang Petra Youth Orchestra dalam menggelar konser tahunan ke-16 sejak pertama kali dimulai.
Di bawah arahan konduktor Alvine Suryantara, para pemain orkestra tampil penuh energi membawakan berbagai sajian musik yang berpadu dengan penampilan seni lainnya.
Tidak hanya Petra Youth Orchestra, konser ini juga melibatkan Petra Children Choir, Petra Children Dancers, Petra Youth Choir, Petra Youth Dancers, serta para alumni.
Kolaborasi lintas generasi tersebut menjadi daya tarik utama dalam “Timeless Harmony”.
Setiap penampilan menggambarkan bagaimana pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan bakat seni.
Direktur Eksekutif PPPK Petra Surabaya, Hengkie Porawouw, M.B.A., mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk memberikan ruang sebesar-besarnya bagi para siswa dalam mengekspresikan potensi yang mereka miliki.
Menurutnya, anak-anak didik Petra sudah memiliki kesiapan dan talenta yang kuat untuk tampil di panggung besar.
“Karena mereka sudah siap, mereka sudah punya potensi yang punya ya anak-anak itu. Jadi bagi kami terlalu mudah untuk menggalang mereka, menyediakan fasilitas, menyediakan anggaran yang cukup, menyediakan panggung bagi mereka untuk bisa berkreasi dan diapresiasi,” ujar Hengkie kepada JawaPos.com, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Hengkie, kontribusi terbesar lembaga pendidikan bukan hanya mencetak kemampuan siswa, tetapi juga menyediakan wadah agar talenta tersebut dapat berkembang dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Hal itu diwujudkan melalui konsep “All Petra Talents” yang menaungi berbagai bidang seni.
“Jadi kami hanya menyediakan panggung, kontribusi kami terbesar menyediakan panggung bagi mereka untuk bisa menunjukkan kreasinya dan bisa diapresiasi oleh para penggemar musik atau talenta-talenta semacam ini, baik di orkestra, di dance, di choir, maupun di theater, kami punya. Jadi itu All Petra Talents,” jelasnya.
Konser “Timeless Harmony” juga menjadi bukti bahwa perjalanan seni di lingkungan PPPK Petra terus berkembang.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan internal sekolah, tetapi juga berupaya menghadirkan pertunjukan yang bisa dinikmati masyarakat luas.
Salah satu rencana besar yang tengah dipersiapkan adalah konser outdoor dengan latar ikon Kota Surabaya, Tugu Pahlawan.
Ide tersebut muncul setelah pihak PPPK Petra terinspirasi dari konser besar yang pernah digelar di Monas, Jakarta.
“Ya, kami terinspirasi oleh satu konser di Jakarta di Monas. Karena itu kami ingin bikin satu konser outdoor di Tugu Pahlawan,” kata Hengkie.
Ia berharap rencana tersebut bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terealisasi pada tahun mendatang.
Menurutnya, konser outdoor akan menjadi langkah baru dalam perjalanan Petra Youth Orchestra untuk membawa seni lebih dekat kepada masyarakat.
“Doakan kami bisa mendapat dukungan baik dari dalam maupun dari masyarakat sekitar, khususnya Surabaya, untuk bersama-sama mewujudkan hal ini di Tugu Pahlawan tahun depan,” tuturnya.
Di balik megahnya panggung “Timeless Harmony”, terdapat cerita menarik mengenai proses persiapan konser.
Koordinator Seni dan Kreativitas PPPK Petra sekaligus ketua panitia, Guido Denta atau Edo, mengungkapkan persiapan konser kali ini berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Persiapannya konser ini mengejutkan ya, persiapannya 2,5 bulan,” ujar Edo kepada JawaPos.com, Sabtu (25/7/2026).
Biasanya, konser orkestra membutuhkan waktu persiapan sekitar empat hingga enam bulan.
Namun, keterbatasan waktu tersebut dapat dilewati berkat dukungan besar dari para alumni dan para coach kami yang telah memiliki pengalaman profesional di dunia seni, dan tentunya juga kerjasama solid dari Panitia Konser Timeless Harmony.
“Karena support yang sangat besar dari alumni dan rekan-rekan pelatih. Dengan keprofesionalan mereka, mereka mampu menolong kami di waktu yang terbatas, tetapi tetap menghasilkan kualitas pertunjukan yang baik. Kesuksesan ini juga dihasilkan oleh ketekunan dan kekompakan panitia mulai perencanaan hingga eksekusi” ungkap Edo.
Kehadiran para alumni menjadi salah satu faktor penting yang membuat konser tetap berjalan maksimal.
Mereka tidak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi juga ikut menjaga kualitas pertunjukan agar tetap sesuai standar yang diharapkan.
Edo juga memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan direktur eksekutif PPPK Petra yang terus mendukung pengembangan kegiatan non-akademik, terutama bidang seni.
Dukungan tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi siswa untuk terus mengasah kemampuan di luar ruang kelas.
“Adanya pertunjukan yang seperti ini tidak lepas dari support dari pimpinan kami, baik dewan pengurus dan juga direktur eksekutif, itu sangat support dalam hal non-akademik, termasuk dalam seni,” ujarnya.
Keberhasilan konser ke-16 ini juga membuka peluang bagi Petra Youth Orchestra untuk melangkah lebih jauh.
Setelah sebelumnya menggelar konser tandang di Semarang, rencana berikutnya adalah membawa pertunjukan ke Bandung sebelum mewujudkan konsep konser outdoor.
“Kalau tahun lalu kita sudah mulai konser tandang di Semarang, dan rencana tahun depan kami akan konser tandang ke Bandung. Dan berikutnya kami akan memulai konser dengan format yang outdoor,” kata Edo.
Ia menyebut konser dengan latar Tugu Pahlawan masih dalam tahap perencanaan, tetapi pihaknya optimistis dapat mewujudkannya pada 2027.
Jika terealisasi, pertunjukan tersebut akan menjadi pengalaman baru bagi seluruh keluarga besar PPPK Petra.
“Kami mengusahakan 2027. Tahun depan! Iya, semoga itu bisa terlaksana. Itu hal yang baru bagi kami nanti,” tambah Edo.
Selain menghadirkan pertunjukan seni yang megah, “Timeless Harmony” juga mencatatkan sejarah baru. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan pengakuan atas rangkaian perayaan ulang tahun PPPK Petra yang ke-75.
Perwakilan MURI, Awan Rahargo, mengatakan terdapat dua rekor yang tercatat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan keterlibatan peserta lintas generasi serta keberlanjutan konser orkestra Petra.
“Hari ini Museum Rekor-Dunia Indonesia mencatat dua peristiwa rekor sekaligus dalam rangka acara memperingati hari ulang tahun PPPK Petra yang ke-75,” ujar Awan.
“Penyelenggaraan rangkaian hari jadi ulang tahun ini diikuti oleh sebanyak 24.875 peserta, ini dari 12 kelompok lintas generasi, dan telah menampilkan 15 kegiatan utama,” lanjutnya.
Sementara itu, konser orkestra Petra yang berlangsung secara berkelanjutan sejak 2009 hingga kini juga mendapatkan apresiasi. Sejak tahun 2009, konser tersebut melibatkan total 1.363 pemain lintas generasi.
“Penyelenggaraan konser orkestra ini juga dibuat atau dilaksanakan secara berkelanjutan berseri sejak tahun 2009 hingga saat ini dan ini adalah penyelenggaraan konser orkestra yang ke-16, dengan diikuti total sebanyak 1.363 pemain lintas generasi,” jelas Awan.
Menurut MURI, perjalanan panjang PPPK Petra menjadi gambaran bagaimana pendidikan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai generasi.
Konsistensi selama 75 tahun menjadi bukti komitmen dalam mengembangkan potensi peserta didik.
“Rekor hari ini merupakan sebuah semangat kebersamaan yang telah dibangun selama 75 tahun PPPK Petra, dan seluruh rangkaian ini bisa menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah perjalanan yang menghubungkan berbagai generasi,” ujar Awan.
Melalui “Timeless Harmony”, Petra Youth Orchestra tidak hanya menyajikan konser musik, tetapi juga menghadirkan cerita tentang kerja keras, kolaborasi, dan warisan seni yang terus hidup.
Panggung tersebut menjadi simbol perjalanan panjang generasi muda dalam menciptakan harmoni yang melampaui batas waktu.