← Beranda
Dinkes Sidoarjo Bantah Isu 522 Pelajar Terpapar HIV, Data Sebenarnya 60 Kasus
Novia HerawatiJumat, 24 Juli 2026 | 06.41 WIB
Ilustrasi HIV.

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membantah informasi yang beredar di media sosial bahwa sebanyak 522 pelajar di daerah tersebut terpapar HIV/AIDS. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo, dokter Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan jumlah pelajar berusia 11 - 17 tahun di Sidoarjo yang terpapar HIV/AIDS bukan 522, melainkan 60 kasus. 

"Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami angkanya adalah 60 kasus, ini sejak 2001 sampai Juni 2026," tuturnya, dikutip dari Jawa Pos Radar Sidoarjo, Kamis (23/7).

Baca Juga: Usia 30 Jadi Titik Balik, 4 Zodiak Ini Dipercaya Bakal Naik Derajat

Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 7 pelajar dilaporkan telah meninggal dunia, sehingga tersisa 53 pelajar yang masih hidup dan kini menjalani layanan medis, yakni terapi Antiretroviral (ARV) secara rutin.
 
Pelajar di Sidoarjo yang terpapar HIV juga mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan dan komunitas pendamping, guna memastikan kepatuhan pengobatan serta menekan stigma negatif di lingkungan masyarakat.

"Jadi saat ini tinggal 53 orang untuk usia 11 sampai dengan 17 tahun (yang terpapar HIV). Prinsipnya kami selain dari Dinkes dan sejawat melakukan pendampingan kepada mereka yang dinyatakan ODHIV," imbuhnya.

Dokter Lakhsmie menjelaskan, kepatuhan menjalani terapi ARV dapat menekan jumlah virus HIV hingga tidak terdeteksi (undetectable), sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi jauh lebih rendah.

"Harapannya ketika dilakukan pemeriksaan, viral load sudah semakin sedikit, bahkan tidak terdeteksi lagi sehingga tidak berisiko menularkan. Yang terpenting yang bersangkutan tetap rajin minum ARV," tegas dokter Lakhsmie. 

Secara kumulatif, Dinkes mencatat 7.230 kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo sejak 2001 hingga Juni 2026. Sebanyak 1.708 orang meninggal dunia, sementara 810 lainnya berstatus Lost to Follow-up (LFU).

Dari 810 kasus LFU, sebanyak 565 merupakan warga luar Sidoarjo, 52 orang menghentikan pengobatan, sedangkan 193 lainnya tidak berhasil ditemukan meski Dinkes Sidoarjo telah melakukan penelusuran.

Kasus HIV didominasi kelompok usia di atas 25 tahun dengan 6.047 kasus. Selain itu, tercatat 1.006 kasus pada usia 18 - 24 tahun, 60 kasus usia 11 - 17 tahun, dan 117 kasus usia 0 - 10 tahun. (*)

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah