← Beranda
Pemkot Surabaya Benahi Parkir Makam Keputih, Pasang Portal dan Bisa Bayar Pakai QRIS
Novia HerawatiJumat, 24 Juli 2026 | 02.31 WIB
Ilustrasi petugas parkir di kawasan Makam Keputih, Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

 

JawaPos.com - Banyaknya keluhan tarif parkir yang melebihi ketentuan di kawasan Makam Keputih, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memasang portal (system gate) dan kamera pengawas (CCTV).

Menariknya, pembayaran parkir di kawasan Makam Keputih nantinya bisa menggunakan QRIS maupun kartu elektronik (e-toll). Kabar gembira ini disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

"Jadi ada laporan terkait parkir di area Makam Keputih. Insyaallah ke depan sudah tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp 5.000. Warga juga mengeluh katanya di Makam Keputih kok belum parkir digital," ujarnya, Kamis (22/7).

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pengelolaan parkir selama ini dilakukan oleh warga sekitar. Eri lantas meminta Dishub dan Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan agar penarikan tarif parkir sesuai ketentuan.

Selain menata petugas parkir, Pemkot Surabaya juga akan memasang portal di dua pintu masuk kawasan makam. Sistem tersebut akan dilengkapi kamera CCTV sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan.

Baca Juga: Bos Gas Tawa Whip Pink Jadi Tahanan Bareskrim, Penasihat Hukum Minta Gelar Perkara Khusus

"Saya tidak ingin ada lagi laporan atau keluhan bahwa ada yang menarik uang parkir lebih dari Rp 5.000. Kami juga akan memasang CCTV. Yang kedua, akan diterapkan sistem portal (gate system)," imbuhnya.

Pemasangan sistem portal dipilih untuk menciptakan pengelolaan parkir yang lebih transparan. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian mengenai tarif parkir yang harus dibayarkan.

Dengan penerapan portal, seluruh proses keluar-masuk kendaraan dan pembayaran parkir akan tercatat secara terbuka. Langkah ini diharapkan mampu mencegah praktik pungutan berlebih serta meningkatkan pengawasan.

"Sekarang saya tata dan saya buat sistem portal agar semuanya terbuka dan transparan, sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang berziarah ke Makam Keputih merasa dikenai tarif parkir melebihi ketentuan," kata Eri.

Sementara itu, pemasangan CCTV di kawasan Makam Keputih tidak hanya bertujuan mengawasi pengelolaan parkir, tetapi juga memastikan keamanan kendaraan yang keluar masuk kawasan makam.

Baca Juga: Eks Pejabat Kemhan Tak Hadir di Sidang Kasus Korupsi Satelit, Pengacara Soroti Keterangan Janggal 2 Saksi

Ke depan, pengunjung Makam Keputih, Surabaya dapat membayar tarif parkir secara non-tunai menggunakan QRIS maupun kartu elektronik (e-toll) sebagai bagian dari penerapan sistem portal.

"Nantinya warga Surabaya yang masuk ke kawasan ini cukup menyiapkan pembayaran melalui QRIS atau e-toll. Jadi, saat masuk menggunakan portal dan saat keluar juga melalui portal," pungkas Eri. (*)

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan