JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sistem Satu Data Kesehatan yang menghubungkan 69 rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses rujukan dan layanan darurat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menilai integrasi ini penting agar Pemkot Surabaya, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit memiliki data yang sama terkait kondisi kesehatan masyarakat secara real time.
"Dengan satu data, kita bisa mengetahui jumlah dokter, ambulans, hingga rumah sakit mana yang mendampingi wilayah tertentu. Semua bisa saling mendukung untuk pelayanan warga Surabaya,” ujarnya, Senin (29/6).
Integrasi data juga akan mendukung pelaksanaan program Satu RW Satu Nakes, Satu Kelurahan Satu Ambulans, serta penguatan layanan Tim Gerak Cepat (TGC) yang terhubung dengan Command Center 112.
Sistem Satu Data Kesehatan memungkinkan petugas mengetahui ketersediaan layanan rumah sakit secara langsung, sehingga pasien darurat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang siap menangani.
“Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian ke rumah sakit lain yang juga penuh. Di era sekarang, informasi kapasitas layanan harus bisa diakses secara langsung," imbuhnya.
Wali Kota Eri menargetkan penguatan sistem Satu Data Kesehatan Surabaya dapat berjalan lebih masif dalam satu bulan ke depan dengan melibatkan seluruh rumah sakit dan tenaga kesehatan di Kota Pahlawan.
“Program ini memang menjadi kebutuhan bersama dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh seluruh rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Surabaya,” ucap Eri.
Di sisi lain, Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh menyebut laporan kesehatan menjadi panggilan terbanyak di Command Center (CC) 112, dengan sekitar 37 ribu kasus trauma setiap tahun.
“Dengan jumlah kasus sebesar itu, layanan kegawatdaruratan tidak mungkin hanya ditangani 3 rumah sakit daerah milik Pemkot Surabaya (RS BDH, RSUD Dr. Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini)," terang Billy.
Oleh karena itu, keterlibatan seluruh rumah sakit di Surabaya menjadi langkah penting agar layanan bisa berjalan lebih cepat dan merata. Saat ini, sistem Satu Data Kesehatan sudah diterapkan di 3 RSUD milik Pemkot Surabaya.
Ke depan, sistem ini akan diintegrasikan dengan seluruh rumah sakit di Surabaya. Dari total 69 rumah sakit yang beroperasi, sebanyak 68 merupakan rumah sakit darat dan satu lainnya adalah rumah sakit terapung.
Baca Juga: Polisi Sebut 6 Demonstran Aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya Positif Narkoba
“Melalui sistem ini, petugas dapat mengetahui kapasitas dan ketersediaan layanan rumah sakit secara real time sehingga proses rujukan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutur dokter Billy. (*)