← Beranda
Belasan Pendemo Diamankan Polisi usai Ricuh di Surabaya, Dianggap Provokator
Novia HerawatiSabtu, 27 Juni 2026 | 06.38 WIB
Polisi menangkap belasan pendemo dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang berakhir ricuh, Jumat (26/6). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polrestabes Surabaya mengamankan belasan peserta demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Jumat (26/6), setelah aksi tersebut berujung ricuh.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan pendemo yang diamankan diduga telah melakukan provokasi dan merusak beberapa fasilitas di sekitar gedung tersebut.

"Mereka melakukan pengurusakan, terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur. (Pendemo yang diamankan) Masih dihitung ya, tetapi sementara ini ada belasan lah, kita masih hitung," ujarnya kepada awak media di lokasi, Jumat (26/6). 

Pantauan JawaPos.com di lokasi, polisi memukul mundur pendemo dengan membuat barikade. Petugas lalu mengamankan sejumlah pendemo yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.

Tangan massa tersebut tampak diborgol dengan kabel ties. Mereka digiring ke luar dari kerumunan dan dibawa oleh 2 - 3 polisi ke dalam Gedung Negara Grahadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita berikan pelayanan dengan baik kepada massa yang melakukan unjuk rasa. Namun sampai Maghrib, mereka memprovokasi dengan melakukan pengrusakan, sehingga terpaksa kita lakukan tindakan tegas," imbuhnya. 

Kronologi singkat
Aksi demonstrasi bertajuk #Indonesia Sekarat mulanya berjalan damai. Ratusan massa yang menamakan diri dari Front Anti Kapitalisme, berorasi secara bergiliran, melakukan teatrikal dan baca puisi. 

Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menyerukan keinginannya untuk ditemui pejabat. Teriakan "Revolusi" pun mulai menggema dan terdengar jelas. 

Tak lama dari itu, sejumlah massa melempar benda-benda di sekitar mereka, seperti botol air minum, bongkahan kayu, hingga kaca ke arah aparat polisi yang berada di belakang gerbang Gedung Negara Grahadi.

Di sisi lain, aparat kepolisian berupaya memberikan peringatan secara lisann melalui pengeras suara. Namun peringatan itu tidak digubris oleh pendemo. Keteganggan antaran massa dan aparat pun semakin kerasa. 

Polisi pun menembakkan meriam air atau water cannon untuk meredam kericuhan yang terjadi. Massa aksi yang kompak mengenakan pakaian serba hitam itu tampak berlarian mundur untuk berlindung.

Aksi lempar-lemparan benda terjadi cukup lama. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB, aparat kepolisian membuat barikade dan bergerak sedikit demi sedikit untuk memukul mundur pendemo. 

Massa aksi pun kocar kacir menyelamatkan diri ke Jalan Pemuda, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Panglima Sudirman. Dengan berbagai upaya, polisi berhasil membubarkan pendemo sekitar pukul 19.50 WIB. 

Berikut 11 Tuntutan Aksi #Indonesia Sekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6):
1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak. 5.Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik,
8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
9. Ciptakan dan Perbanvak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi.

EDITOR: Estu Suryowati