← Beranda
Demo Stop MBG hingga Cabut UU Polri Berakhir Ricuh, Polisi Pukul Mundur Demonstran di Surabaya dengan Meriam Air
Novia HerawatiSabtu, 27 Juni 2026 | 06.07 WIB
Ratusan polisi saat memukul mundur massa aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6). (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Aksi di Depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Jumat sore (26/6) berakhir ricuh. Polisi pun terpaksa memukul mundur pendemo dengan tembakan gas air mata. 

Aksi demonstrasi mulanya berjalan damai. Mereka berorasi secara bergiliran, melakukan teatrikal dan baca puisi. Massa aksi juga membentangkan banner raksasa bergambar Presiden RI Prabowo Subianto.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menyerukan keinginannya untuk ditemui pejabat. Teriakan "Revolusi" pun mulai menggema dan terdengar jelas. 

Tak lama dari itu, sejumlah massa melempar benda-benda di sekitar mereka, seperti botol air minum, bongkahan kayu, hingga kaca ke arah aparat polisi yang berada di belakang gerbang Gedung Negara Grahadi.

Di sisi lain, aparat kepolisian berupaya memberikan peringatan secara lisann melalui pengeras suara. Namun peringatan itu tidak digubris oleh pendemo. Keteganggan antaran massa dan aparat pun semakin kerasa. 

Polisi pun menembakkan meriam air atau water cannon untuk meredam kericuhan yang terjadi. Massa aksi yang kompak mengenakan pakaian serba hitam itu tampak berlarian mundur untuk berlindung.

Aksi lempar-lemparan benda terjadi cukup lama. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB, aparat membuat barikade dan bergerak sedikit demi sedikit untuk memukul mundur pendemo. 

Massa aksi pun kocar kacir menyelamatkan diri ke Jalan Pemuda, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Panglima Sudirman. Dengan berbagai upaya, polisi berhasil membubarkan pendemo sekitar pukul 19.50 WIB. 

Terpisah, Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menyebut sedikitnya ada 100 orang yang ikut dalam aksi ini. Mereka menyuarakan 11 tuntutan, mulai dari hentikan MBG, hingga turunkan bahan pokok dan BBM.

"Mereka (pemerintah) tidak pernah mengevaluasi diri bagaimana kebijakan MBG, Kopdes Merah Putih tidak benar-benar menyentuh akar permasalahan yang dialami masyarakat," tegas Septia.

Berikut 11 Tuntutan Aksi #Indonesia Sekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6):
1. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
2. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
3. Cabut UU Polri dan UU TNI.
4. Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak. 5.Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
6. Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik,
8. Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
9. Ciptakan dan Perbanvak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
10. Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat.
11. Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi.

EDITOR: Estu Suryowati