JawaPos.com - Peristiwa ledakan petasan yang dibawa balon udara di Desa Prambangan Kecamatan Kebomas terus menggelinding. Satreskrim Polres Gresik mengambil alih kasus tersebut untuk menelusuri pihak yang bertanggungjawab.
Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Hingga Kamis (18/6), dua remaja yang menjadi korban ledakan tengah menjalani perawatan.
Kondisi MRP berangsur pulih pasca mengalami luka ringan. Berbeda halnya dengan MYS, yang masih perawatan intensif pasca menderita luka bakar.
Baca Juga: Balon Udara Bawa Petasan Meledak Makan Korban, Polisi Masih Dalami Kejadian
"Rabu (17/6), baru selesai operasi pengeluaran benda bahan peledak. Saat ini masih dirawat di RSUD Ibnu Sina," beber Sudianto, keluarga korban.
Dia menjelaskan, korban mengalami luka bakar di tangan dan tubuh. Dari luka tersebut, terdapat empat potongan benda asing yang telah dikeluarkan.
"Berkas serpihan ledakan. Kondisi korban berangsur stabil meskipun ada trauma yang dialami," tandas Sudianto.
Pihak kelaurga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwajib. Pasalnya, selain menimbulkan korban, peristiwa balon udara nyasar itu juga menimbulkan kerugian material. Terutama atap rumah korban yang rusak parah.
"Kami tidak ingin mendahului, sepenuhnya kami serahkan ke pihak berwajib," ucap Sudianto.
Terpisah, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Gresik tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Khususnya pihak yang bertanggung jawab membuat balon udara. Tim sudah melakukan olah TKP, beberapa barang bukti juga telah diamankan.
Yakni antara lain 1 buah balon udara, 1 renteng berisikan 15 petasan kecil, serta 1 buah petasan diameter 2 sentimeter. Dari informasi yang dihimpun, kuat dugaan balon udara itu berasal dari wilayah Madura. Balon dengan tinggi sekitar 4 meter itu sengaja diterbangkan untuk memeriahkan tradisi 1 Muharam 1448 Hijriah.