← Beranda
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Jatim, Pasang Air Laut Bisa Mencapai 140 Cm
Novia HerawatiRabu, 17 Juni 2026 | 01.19 WIB
Sejumlah warga beraktifitas ditengah banjir rob yang mulai meninggi. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
 

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Pelabuhan Tanjung Perak memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Timur pada periode 12 - 18 Juni 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan bahwa banjir rob bulan Juni 2026 dipicu oleh pasang maksimum air laut dan fenomena bulan baru (new moon).

"Banjir rob disebabkan oleh kenaikan muka air laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan. Banjir ini diakibatkan oleh terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari ketinggian daratan," ujarnya, Selasa (16/6).

Sutarno menjelaskan, pasang laut maksimum yang terjadi merupakan siklus bulanan akibat fase bulan baru (new moon). Kondisi ini berpotensi memicu banjir rob di kawasan pesisir dengan ketinggian 120 - 140 cm DPL.

"Pengaruh pasang air laut maksimum dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan," imbuhnya.

Wilayah yang diprediksi terdampak banjir rob meliputi kawasan Surabaya Barat dan sekitarnya (Tuban, Lamongan, Gresik) pada 16 Juni 2026, kawasan Surabaya Pelabuhan dan sekitarnya pada 12 - 16 Juni 2026.

Kemudian Surabaya Timur dan sekitarnya (Sidoarjo dan Pasuruan) pada 13 - 17 Juni 2026, daerah Kalianget dan sekitarnya pada 15 - 16 Juni 2026, serta Banyuwangi dan sekitarnya pada 13 - 18 Juni 2026.

Baca Juga: Atasi Banjir Rob dan Abrasi, Pemprov Jatim Percepat Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Pantura

BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktifitas di wilayah pesisir untuk lebih waspada terhadap pasang air laut yang berpotensi bencana alam banjir rob. 

EDITOR: Kuswandi