← Beranda
Habitat Rusak, Kota Pudak Diteror Reptil, Petugas Evakuasi 120 Ekor Selama Sebulan
Ludry Argo Wisnu PrayogaSelasa, 2 Juni 2026 | 22.55 WIB
Petugas Damkarla Gresik menangani 7 laporan reptil masuk rumah warga. (Istimewa) 

 

JawaPos.com - Fenomena reptil masuk ke kawasan permukiman terus terjadi di wilayah Kota Pudak. Dalam 2 hari terakhir, petugas Damkarla Gresik telah menangani 7 laporan. Namun dari sebagian laporan yang masuk, petugas belum berhasil melakukan penangkapan.

Peristiwa itu seperti dialami Kastin, pemilik warung kopi di kawasan Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas. Dia dikejutkan dengan bunyi mencurigakan dari atap plafon pada Selasa (2/6).

"Sempat dicek, ternyata ada biawak besar yang sedang bersembunyi," ungkap Kastin.

Baca Juga: PPPK di Gresik, Jombang, dan Sidoarjo Jauh dari Ancaman PHK karena Belanja Pegawai Sudah di Bawah 30 Persen

Merasa khawatir, perempuan 33 tahun itu melaporkan kejadian ke petugas Damkarla Gresik. Sayangnya, hewan liar itu berhasil meloloskan diri. Meskipun, petugas telah melakukan penyisiran di area plafon rumah dan warung.

"Diduga reptil itu memanfaatkan celah-celah lubang angin bangunan," ujar Sulyono, petugas Damkarla Gresik.

Celah tersebut juga disinyalir menjadi akses masuk biawak. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menutup celah tersebut agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Eksekutor Penyekapan Kakek 80 Tahun di Surabaya, Dijanjikan Imbalan Uang

"Beberapa pekan terakhir cukup banyak laporan reptil masuk pemukiman. Terutama didominasi ular dan biawak," ungkap Sulyono.

Fenomena itu juga dialami Sri Wahyuni, warga Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean. Dia dikejutkan dengan kehadiran ular kobra di dapur rumah. Beruntung, petugas yang datang segera melakukan evakuasi dan berhasil menangkap reptil sepanjang 1 meter tersebut.

"Sedang memasak, tiba-tiba ada ular muncul di tumpukan kardus," keluh Sri Wahyuni.

Sementara itu, Farida terkejut saat hendak beristirahat tidur siang. Pasalnya, kasur di kamar lebih dahulu ditempati seekor biawak sepanjang 1 meter. Perempuan 39 tahun itu sempat berusaha mengusir, sayangnya reptil tersebut justru kabur di celah kasur. Peristiwa itu terjadi di rumahnya, kawasan jalan M.H. Thamrin Desa Tlogobendung, Kecamatan Kota. 

Petugas Damkarla Gresik pun terpaksa membongkar kasur untuk mencari keberadaan biawak. Berselang 45 menit, hewan liar itu berhasil dievakuasi. "Berada di sela-sela pojokan kasur," jelas Petugas Damkarla Gresik Sugiono.

Besar kemungkinan, biawak tersebut masuk melalui saluran air hingga cendela rumah. Lantaran terjebak saat hendak mencari makanan. "Biasa dilalui hewan liar, karena terdapat banyak tikus yang menjadi makanannya," ungkap Sugiono. 

Baca Juga: Respons KPU Surabaya soal Pemekaran Dapil Pemilu 2029

Sepanjang Mei, Damkarla Gresik telah melakukan 117 evakuasi dan penyelamatan. Fenomena hewan liar yang masuk kawasan pemukiman paling mendominasi. Kerusakan habitat dan anomali cuaca dinilai sebagai faktor penyebab.

Kadis Damkarla Gresik Suyono menjelaskan, evakuasi ular dan biawak cukup meningkat dalam sebulan terakhir, dengan jumlah mencapai 120 ekor. Angka tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya dengan jumlah berkisar 30 ekor.

Mantan Camat Cerme itu menjelaskan bahwa banyak faktor yang cukup mempengaruhi. Salah satunya habitat atau sarang reptil yang mulai tergerus. "Biasanya suka dengan tempat lembab. Seperti semak-semak rimbun, pepohonan, hingga bebatuan," beber Suyono.

Baca Juga: Pengawasan Kurban Idul Adha 2026, DKPP Surabaya Temukan 20 Kasus Cacing Hati dan 1 Cacing Pita

Keberadaan habitat yang semakin sempit membuat reptil beralih mencari lokasi lain, yakni pemukiman warga yang memiliki kondisi lembab. Mulai dari loteng, gudang dapur, hingga kloset dan saluran air. "Sekaligus mencari makanan. Biasanya memburu tikus yang menjadi sumber makanan," terang Suyono.

Peralihan cuaca juga menjadi faktor lainnya. Memasuki musim kemarau, banyak habitat reptil yang rusak akibat suhu tinggi. Ular maupun biawak akan menuju area pemukiman untuk mencari sumber air dan kelembapan.

"Sehingga wajib untuk membersihkan lingkungan sekitar. Terutama menghindari sampah yang menumpuk," ucap Suyono.

Baca Juga: Polres Gresik Sebut Mayoritas Pelaku Curanmor Terindikasi Pengguna Sabu-Sabu

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah