JawaPos.com - Meski baru beroperasi selama sepekan, hotline "Lapor Cak Eri" yang bisa diakses melalui nomor WhatsApp 0811338884, sudah menampung ratusan pengaduan dari warga Surabaya setiap harinya.
Aduan yang masuk beragam, mencakup jalan rusak, penataan pedagang kaki lima, hingga penggunaan bantaran sungai untuk usaha. Salah satu laporan yang sudah ditindaklanjuti ialah pengaspala di kawasan Kali Tebu.
“Begitu ada laporan, teman-teman langsung turun ke lapangan untuk menyelesaikan. Jadi hotline ini memang untuk memastikan semua bergerak cepat,” ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (20/5).
Ia menargetkan setiap aduan warga dapat ditangani organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam sejak laporan diterima melalui hotline "Lapor Cak Eri".
Apabila penanganan belum rampung, OPD terkait wajib menyampaikan perkembangan proses penyelesaian. Sejauh ini, respons warga terhadap hotline dinilai positif karena banyak laporan langsung ditindaklanjuti di lapangan.
“Contoh penanganan jalan berlubang yang dalam satu hari bisa mencapai 20 titik perbaikan. Ada yang meminta dijadikan konten, saya jawab awakdewe (kita) bukan wali kota konten, yang penting masyarakat tahu kalau Pemkot bekerja," tegasnya.
Selain masalah infrastruktur, hotline "Lapor Cak Eri" juga menerima banyak aduan mengenai parkir liar di tepi jalan umum. Juru parkir tanpa rompi dan identitas resmi diminta segera ditertibkan serta diganti.
“Kalau parkir di tepi jalan umum, itu tanggung jawab pemerintah kota (melalui Dinas Perhubungan). Tetapi kalau di area usaha, pengelola usaha juga wajib menyediakan parkir sesuai aturan,” beber Eri Cahyadi.
Menariknya, hotline “Lapor Cak Eri” tidak hanya dipakai untuk menyampaikan aduan layanan publik. Sejumlah warga justru memanfaatkannya untuk berbagi persoalan pribadi hingga curahan masalah rumah tangga.
Wali Kota Eri menyebut ada laporan terkait konflik pasangan karena keuangan, putus hubungan asmara, hingga penipuan arisan. Bahkan, warga dari luar Surabaya turut menghubungi hotline meminta bantuan.
“Banyak (juga pengaduan masyarakat) yang lucu-lucu. Ada yang curhat soal rumah tangga, katanya lagi berantem sama suaminya, ada yang curhat ditipu, sampai masalah percintaan,” kelakar Eri.
Dalam sehari, jumlah laporan yang masuk ke hotline "Lapor Cak Eri" mencapai sekitar 400 aduan. Walkot Surabaya ini menilai hotline tersbut sebagai bentuk kedekatan masyarakat dengan pemerintah.
“Untuk laporan yang berkaitan dengan ranah hukum, kami tidak bisa mengambil alih kewenangan lembaga lain, namun, jika warga kesulitan mendapatkan tindak lanjut, kami siap membantu melakukan koordinasi (dengan polisi, dan lembaga terkait)," pungkasnya.