JawaPos.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) telah melaksanakan rukyatul hilal penetapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah/ 2026 Masehi di 13 titik pada Minggu (17/5).
Hasilnya, hilal dilaporkan terlihat di Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Kabupaten Lamongan. Sementara di 12 titik rukyat lainnya, hilal tidak terlihat karena karena kondisi cuaca mendung yang menghambat pengamatan.
"Adapun satu lokasi yang berhasil melihat hilal yaitu Pantai Sunan Drajat/Tanjung Kodok Paciran, Lamongan," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, Minggu (17/5).
Baca Juga: 6 Zodiak Paling Hoki di Akhir Bulan, Rezeki dan Keberuntungan Datang Bertubi-tubi
Sementara lokasi rukyat lainnya yang melaporkan hilal tidak terlihat berada di wilayah Madiun, Gresik, Mojokerto, Pamekasan, Bondowoso, Banyuwangi, Sampang, Blitar, Sumenep, Ponorogo, Tuban, dan Jombang.
“Hasil pemantauan dari Jawa Timur ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung proses penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah oleh Kementerian Agama RI (melalui sidang isbat di Jakarta)," imbuhnya.
Hasil sidang isbat: 1 Dzulhijjah Jatuh Pada 27 Mei 2026
Pemerintah RI melalui Kementerian Agama RI resmi menetapkan 1 Dzulhijjah atau Hari Raya Iduladha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Putusan ini diambil dalam sidang isbat yang digelar di Jakarta, Minggu (17/6).
"Disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 M dan dengan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026," ujar Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.
Berdasarkan hisab di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal berada di atas ufuk berkisar 3° 17 menit 33 detik sampai kepada 6° 56 menit 58 detik. Sementara sudut elongasi antara 8° 54 menit 49 detik sampai 10° 37 menit 7 detik. (*)