JawaPos.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik bersama Polsek Dukun memburu pelaku penganiayaan pada Minggu (10/5) dini hari. Insiden itu buntut aksi bentrokan antar perguruan silat di kawasan Desa Sawo, Kecamatan Dukun.
Peristiwa itu menyebabkan lima korban luka-luka, bahkan fasilitas umum dan puluhan motor mengalami kerusakan. Kepala Polsek Dukun AKP Slamet Priyono menjelaskan, peristiwa tersebut dipicu aksi sweeping perguruan silat sekitar pukul 00.30 WIB.
Puluhan orang diduga anggota perguruan silat membawa atribut sembari mengendarai motor. ”Mereka datang dari wilayah utara menuju tempat latihan perguruan silat lain, sehingga terjadi aksi saling tantang,” ungkap kepala Polsek Dukun Slamet Priyono.
Baca Juga: Dijanjikan Kerja di Thailand, 2 WN Jepang Malah Disekap Sindikat Scamming di Surabaya
Ulah provokatif para pendekar kampungan itu membuat bentrokan tidak terhindarkan. Akibatnya, lima orang dilaporkan luka-luka, dua korban di antaranya harus menjalani perawatan intensif. Akibat luka parah di bagian kepala. Para korban kekerasan juga harus kehilangan barang berharga hingga kerusakan motor.
”Fasilitas umum milik desa dan masyarakat juga rusak,” beber Slamet Priyono.
Kasus tersebut pun ditangani Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik. Hingga kemarin, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Promo Tarif Parkir Digital Rp 733 Selama HJKS
”Masih kami dalami, mohon waktu,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.
Polres Gresik mengumpulkan rekaman CCTV di lokasi kejadian. Kuat dugaan, para pelaku berasal dari wilayah Kabupaten Lamongan.
”Fokus utama untuk mencari otak pelaku yang menginisiasi aksi sweeping,” tandas Arya Widjaya.
Peristiwa tersebut setidaknya menambah daftar panjang bentrokan antar kelompok di wilayah Kota Pudak. Pada 19 April, pertikaian antar perguruan silat pecah di kawasan Driyorejo dan Menganti. Pemicunya akibat sweeping lalu menargetkan kelompok lainnya yang berbeda perguruan. Satu tersangka berinisial DS alias Gembong diamankan yang berperan sebagai otak pelaku.
Demikian halnya tawuran antar warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah Kecamatan Panceng pada 27 Februari. Bermula dari aksi saling lempar bom air, hingga berujung pada pembacokan terhadap dua orang korban. Polisi pun menetapkan pelaku berinisial S sebagai tersangka.