← Beranda
Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Tembok Dukuh Sampaikan Permohonan Maaf 
Novia HerawatiSelasa, 12 Mei 2026 | 01.20 WIB
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla kepada awak media, Senin (11/5). (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa.

"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita," ucap Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla kepada awak media, Senin (11/5).

Ia mengatakan bahwa sesaat setelah ompreng MBG dibagikan, SPPG Tembok Dukuh menerima banyak laporan tentang siswa mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG dengan menu olahan daging.

"Jadi, saat anak-anak mengeluhkan sakit perut setelah memakan dagingnya gitu. Tetapi di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak makan, nasi juga sudah terkontaminasi," imbuhnya.

Namun, Chafi mengklaim bahwa daging yang diterima dalam kondisi baik. Proses pengolahan hingga pengajian makanan ke dalam ompreng MBG pun dilakukan sesuai prosedur yang diterapkan Badan Gizi Nasional.

"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," ujar Chafi.

Pihaknya menyatakan bertanggung jawab penuh atas pengobatan korban serta seluruh proses observasi di lapangan karena kasus keracunan tersebut diduga berasal dari makanan yang disediakan oleh pihak mereka.

"Kepada siswa dan guru yang kena keracunan karena makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan seperti itu," pungkas Chafi.

 

Kronologi singkat

Ratusan siswa yang berasal dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Surabaya mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG pada Senin pagi (11/5).

Mereka dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur SPPG yang terletak di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pranadani menyebut laporan dugaan keracunan diterima sekitar pukul 09.00 WIB.  berbagai sekolah dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap MBG dari dapur yang sama.

Ia menjelaskan gejala yang dialami para korban berupa mual dan pusing. Berdasarkan keterangan guru, dugaan sementara keracunan dipicu oleh hidangan berbahan daging yang disajikan dalam menu tersebut.

"Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya nggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya, karena selama ini nggak pernah dikasih daging," ujar Tyas.

Namun untuk mengetahui penyebab pasti insiden keracunan yang menimpa sekitar 200 siswa ini masih perlu dipastikan melalui uji sampel makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Masyarakat.

"Masih belum tahu ya, masih kami cek ulang ya. Sampel sudah kami ambil di lokasi, kemudian masih akan kami cek di BBLK ya, bersama Dinas Kesehatan," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati