JawaPos.com - Tak ingin wisatawan asing kebingungan saat datang ke Indonesia, Imigrasi Jawa Timur meluncurkan inovasi digital bernama De Imej.
Lewat satu kali scan QR Code, warga negara asing kini bisa mengakses berbagai informasi penting mulai dari aturan imigrasi, destinasi wisata, budaya, hingga kuliner khas Jawa Timur langsung dari ponsel mereka.
Ini merupakan sebuah inovasi digital yang dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menghadirkan De Imej.
De Imej atau Digital Ecosystem of Immigration and East Java ini dirancang sebagai pintu informasi bagi warna negara asing yang hendak berkunjung maupun tinggal di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono memenjelaskan, De Imej tidak hanya menyajikan informasi keimigrasian, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan WNA.
"Ada informasi tentang imigrasi, tentang investasi, tentang budaya, tentang kuliner, ada semua di sini. Fokusnya memang memudahkan WNA dalam mengakses informasi," ucapnya kepada JawaPos.com, Senin (4/5).
Cara aksesnya pun terbilang mudah, WNA cukup mengakses QR Code De Imej melalui ponsel pintar. Barcode diletakan di titik-titik strategis, seperti KBRI, bandara, tempat wisata, kantor imigrasi, hingga hotel-hotel favorit WNA.
"Kami ingin membantu mengenalkan potensi Jawa Timur. Selama ini kan WNA kalau datang ke Indonesia, ada keterbatasan bahasa, sehingga tidak memahami informasi lokal yang biasanya berbahasa Indonesia," imbuhnya.
Melalui inovasi De Imej, WNA di Jawa Timur dapat menemukan panduan regulasi keimigrasian, termasuk prosedur jika terjadi kehilangan paspor maupun kebutuhan administratif lainnya.
Novianto menuturkan, ide pengembangan De Imej berangkat dari keinginan untuk membuat Jawa Timur lebih dikenal dunia. Ia bahkan berharap inovasi ini dapat dikembangkan secara nasional.
“Harapannya bisa diperluas di tingkat nasional. Jadi bukan hanya Jawa Timur, tapi juga di daerah lain yang juga potensial dikunjungi wisatawan mancanegara, seperti Bali, Sumatera Utara, dan sebagainya,” ucap Novianto.
Sejak diluncurkan pada November 2025 lalu, ia menyebut kehadiran De Imej cukup membantu WNA dalam mengakses informasi di Jawa Timur. Novianto berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan disempurnakan.
"De Imej tentu masih perlu penyempurnaan, misalnya penambahan fitur informasi jarak ke Bromo, berapa kilometer, rekomendasi hotel, rekomendasi tempat wisata, banyak hal yang harus diperbarui," pungkasnya.