← Beranda
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
Bintang PradewoKamis, 23 April 2026 | 14.22 WIB
Pemkot Surabaya siapkan lahan untuk koperasi merah putih di Surabaya. (Dok Radar Surabaya)

JawaPos.com - Program Koperasi Merah Putih Surabaya resmi mulai bergulir dan menjadi sorotan sebagai upaya baru mendorong ekonomi masyarakat tingkat bawah. Dalam skema pelaksanaannya, Pemerintah Kota hanya menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat.

Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa saat ini sudah ada tiga lokasi yang disiapkan di Surabaya untuk pembangunan koperasi tersebut.

“Sudah ada tiga titik yang disiapkan. Nantinya akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih, kita tinggal menunggu proses lanjutan,” ujarnya dikutip Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Selasa (21/4).

Baca Juga: 4 Tanda Zodiak Menarik Kelimpahan dan Keberuntungan yang Signifikan pada Kamis, 23 April, Auto Tersenyum Lebar karena Panen Duit!

Namun, di balik rencana tersebut, persoalan keterbatasan lahan menjadi tantangan utama di Kota Pahlawan. Meski demikian, Pemkot tetap berupaya memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Yang membangun bukan Pemkot, anggarannya dari pusat. Kami hanya menyiapkan lahannya,” tegas Eri.

Lahan Minimal 400 Meter Persegi Jadi Syarat

Di tingkat kelurahan, Penjabat Lurah Medokan Semampir, Oky Yanuar Kusuma Atmaja, mengungkapkan bahwa setiap wilayah wajib menyediakan lahan aset minimal 400 meter persegi.

“Kelurahan harus menyiapkan tanah aset minimal 400 meter persegi untuk pembangunan koperasi,” jelasnya.

Baca Juga: Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang Berujung Kericuhan Demo, dari Mobil Range Rover dan Renovasi Rumah Rp 25 Miliar

Saat ini, proses pencarian lahan masih berlangsung. Namun, begitu lokasi tersedia, pembangunan dipastikan bisa berjalan cepat karena pendanaan berasal dari pemerintah pusat.

 

Kehadiran Koperasi Merah Putih digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, koperasi ini juga akan mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi produktif warga.

Program ini diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, membuka peluang usaha baru di tingkat kelurahan dan menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.

“Tujuannya agar ekonomi masyarakat bergerak, harga lebih terjangkau, dan peluang usaha semakin terbuka,” kata Oky.

Baca Juga: Meski Banyak Pemain Absen, Bali United Tetap Pasang Target Menang Lawan Persita

Akan Terintegrasi dengan Koperasi yang Sudah Ada

Menariknya, konsep koperasi berbasis kelurahan sebenarnya sudah lebih dulu berjalan di Surabaya. Karena itu, Koperasi Merah Putih tidak akan berdiri sendiri, melainkan diharapkan terintegrasi dengan koperasi yang sudah ada.

Langkah ini dinilai penting agar ekosistem ekonomi lokal semakin kuat dan tidak berjalan secara terpisah.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Baca Juga: Iran Eksekusi Mantan Pegawai Badan Atomnya, Diduga Terafiliasi Mossad dan Bocorkan Informasi Sensitif

Program ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat menangani pembangunan dan pembiayaan, sementara pemerintah daerah fokus pada penyediaan lahan.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Surabaya Terkendala Lahan, Target 153 Gerai Baru 20 Gerai Terealisasi

Dengan skema tersebut, pembangunan Koperasi Merah Putih di Surabaya diharapkan bisa berjalan cepat dan segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Jika terealisasi optimal, koperasi ini berpotensi menjadi tulang punggung baru dalam memperkuat ekonomi warga di tingkat kelurahan.

 

EDITOR: Bintang Pradewo