← Beranda
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Dilantik Jadi Koordinator PPIH Surabaya
Novia HerawatiSabtu, 18 April 2026 | 07.10 WIB
Pelantikan PPIH di Asrama Haji Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilantik sebagai koordinator PPIH Embarkasi Surabaya, Jumat (17/4). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa resmi dilantik sebagai koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya pada Jumat (17/4).

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini jumlah jemaah di Embarkasi Surabaya mencapai 44.087 orang, terdiri dari 43.623 jemaah dan 464 petugas kloter, yang terbagi dalam 116 kloter.

Sebagai salah satu embarkasi terpadat di Indonesia, Embarkasi Surabaya tidak hanya melayani keberangkatan jemaah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur.

"Tahun ini, jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya mencapai 43.623, yakni 42.409 jemaah dari Jawa Timur, 698 jemaah dari Bali, dan 516 jemaah dari Nusa Tenggara Timur (NTT)," tuturnya di Surabaya, Jumat (17/4).

Jemaah kelompok terbang pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21 April 2026. Kloter awal tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo sebagai daerah pertama yang diberangkatkan tahun ini.

Sementara itu, kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026. Kelompok terakhir tersebut berasal dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kota Surabaya sebagai penutup pemberangkatan.

Khofifah menilai besarnya jumlah jemaah membuat tugas PPIH Embarkasi Surabaya menjadi amanah nasional. Tanggung jawab itu dinilai penting karena melibatkan pelayanan bagi jemaah lintas provinsi.

“Citra Pemprov Jatim berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta’ala, insya Allah bernilai pahala. Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik. Mari kita berikan dedikasi terbaik,” ajaknya.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan. Koordinasi yang kuat dinilai penting agar seluruh proses berjalan tertib dan lancar.

“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif," tegas Khofifah.

Ia berharap seluruh petugas mampu berinovasi, cepat beradaptasi, dan sigap mengambil keputusan. Khofifah juga mendoakan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar hingga jemaah pulang dengan predikat mabrur.

“Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kemenhaj resmi melantik ribuan PPIH nasional yang digelar secara hybrid. Seremonial pelantikan digelar di Asrama Haji Sukolilo, Jumat (17/4) dengan diikuti 23 PPIH sebagai perwakilan.

Baca Juga: Lantik PPIH 2026, Menhaj RI Irfan Minta Petugas Utamakan Jemaah Haji Kelompok Rentan

Para petugas diamanahi untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jamaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat, sekaligus mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan haji. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan