JawaPos.com — Suasana hangat Halal Bihalal Politeknik Ubaya 2026 di The Southern Hotel, Rabu (8/4/2026), bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Lebaran. Di balik temu ramah itu, terselip misi besar: memutus rantai kemiskinan di Kota Surabaya melalui pendidikan inklusif yang tepat sasaran.
Acara yang berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB ini mempertemukan banyak pihak penting dalam satu meja kolaborasi.
Mulai dari perwakilan sekolah, pemerintah kota, hingga jajaran kampus, semuanya hadir membawa satu tujuan yang sama: membuka jalan masa depan bagi anak-anak Surabaya.
Direktur Politeknik Ubaya, Agung Sriwardhani, S.E, M.A menjelaskan komitmen Politeknik Ubaya terhadap pendidikan di Kota Surabaya di The Southern Hotel, Rabu (8/4/2026).
Direktur Politeknik Ubaya, Agung Sriwardhani, S.E, M.A, menegaskan agenda utama kegiatan ini adalah halal bihalal dan sosialisasi bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Program ini secara khusus menyasar siswa SMA/SMK yang memiliki potensi akademik tetapi terkendala biaya pendidikan.
"Agenda hari ini adalah halal bihalal dan sosialisasi program beasiswa Pemerintah Kota Surabaya yang bekerja sama dengan Politeknik Ubaya. Jadi, hari ini kami mengundang guru BK dan kepala sekolah SMA/SMK di Surabaya untuk memberikan informasi mengenai beasiswa ini bagi warga Surabaya yang memiliki KTP Surabaya dan ingin melanjutkan pendidikan di Politeknik Ubaya," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/4/2026).
Program ini tidak sekadar memberi bantuan finansial, tetapi menjadi jembatan nyata menuju perubahan hidup.
Dengan target siswa dari keluarga miskin dan pra-miskin, beasiswa ini diharapkan mampu menyentuh kelompok yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan tinggi.
"Target kami sebenarnya sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Untuk tahun ini, kami berharap bisa menjaring sebanyak-banyaknya siswa berprestasi namun terkendala biaya dari keluarga kurang mampu. Kuota pastinya nanti akan disesuaikan dengan hasil seleksi dan ketersediaan dari pihak Pemkot," tambahnya.
Persyaratan yang ditetapkan pun cukup jelas dan terarah. Selain harus berdomisili di Surabaya, calon penerima wajib berasal dari keluarga yang terdata di Dinas Sosial serta lolos seleksi akademik dari kampus.
"Persyaratan utamanya adalah warga Surabaya, dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga Surabaya. Kemudian, lulusan SMA/SMK/MA sederajat, dan yang paling penting adalah masuk dalam kategori keluarga miskin atau pra-miskin yang terdaftar di data Dinas Sosial. Tentu saja ada seleksi akademik juga yang dilakukan oleh pihak kampus," jelasnya.
Lebih dari sekadar bantuan pendidikan, program ini membawa harapan besar dalam mengubah nasib generasi muda. Pendidikan vokasi yang diterapkan Politeknik Ubaya dirancang agar lulusannya siap kerja dalam waktu singkat.
"Harapan kami, program ini dapat memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan memberikan keterampilan vokasi yang siap kerja di Politeknik Ubaya, anak-anak Surabaya bisa segera mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus dan membantu ekonomi keluarga mereka. Semoga kerja sama dengan Pemkot Surabaya ini terus berlanjut dan semakin banyak anak bangsa yang terbantu," tegasnya.
Kualitas Politeknik Ubaya sendiri bukan tanpa bukti.
Selama delapan tahun berturut-turut, kampus ini meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggul dari LLDIKTI VII, sekaligus dinobatkan sebagai politeknik swasta terbaik di Jawa Timur.
Dengan kurikulum yang menitikberatkan pada praktik sebesar 70 persen, mahasiswa dibekali keterampilan nyata yang sesuai kebutuhan industri.
Masa studi yang relatif singkat, yakni 2,5 tahun, membuat lulusan bisa lebih cepat masuk dunia kerja.
Tak hanya itu, mahasiswa juga diwajibkan mengantongi empat sertifikasi profesional sebelum lulus. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat.
Pilihan program studi yang ditawarkan pun relevan dengan era digital. Mulai dari Digital Business Accounting hingga English for Business & PR, semuanya dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa kini.
Program beasiswa tahun 2026 hadir dengan berbagai jalur, baik reguler maupun khusus. Salah satu yang paling strategis adalah program Pemuda Unggulan hasil kerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk mendukung gerakan “1 KK 1 Sarjana”.
Minat masyarakat terhadap program ini ternyata cukup tinggi. Hingga awal April 2026, tercatat sebanyak 66 sekolah telah mendaftar, menunjukkan antusiasme yang terus meningkat.
Lonjakan pendaftar bahkan terjadi dalam waktu singkat setelah pengumuman SNBP 2026. Hal ini menandakan program beasiswa menjadi alternatif utama bagi siswa yang belum berhasil masuk perguruan tinggi negeri.
Sinergi antara sekolah dan aparatur wilayah menjadi kunci keberhasilan program ini. Guru BK dan kepala sekolah berperan aktif dalam mendampingi siswa, sementara camat membantu dalam validasi data dan penyebaran informasi.
Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Farida Fitrianing Arum, menegaskan kerja sama dengan Ubaya bukan hal baru. Kolaborasi ini telah terjalin lama dan terus berkembang dalam berbagai bidang.
"Untuk hari ini kami diundang oleh rekan-rekan dari Politeknik Ubaya ya, karena rekan-rekan Politeknik Ubaya juga punya acara sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jadi kalau saya di sini kapasitasnya kan mewakili Disbudporapar, terutama kaitannya dengan kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Politeknik Ubaya yang dalam hal ini adalah untuk pemberian bantuan pendidikan atau perkuliahan ke mahasiswa," jelasnya.
Ia menambahkan kerja sama ini telah mencakup berbagai sektor, mulai dari kewirausahaan hingga penelitian.
Perguruan tinggi dinilai memiliki keunggulan dalam hal spesialisasi ilmu yang dapat mendukung program pemerintah.
"Sebetulnya kalau kerja sama dengan Ubaya kita sudah lama ya, tidak terbatas setelah penandatanganan MOU. Bahkan dulu sebelum tanda tangan MOU pun kita sudah banyak kerja sama dengan teman-teman dari Ubaya karena Surabaya ini kan memang salah satu stakeholder-nya kan juga dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta," ungkapnya.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin luas. Salah satunya melalui pelatihan kewirausahaan bagi pemuda yang bisa melibatkan peran aktif kampus.
"Di Disbudporapar kan juga ada pelatihan kewirausahaan ya untuk anak-anak muda, untuk para pemuda itu, dan saya rasa dari situ teman-teman Ubaya bisa berpartisipasi," tambahnya.
Dari sisi sekolah, dukungan terhadap program ini juga sangat besar. Kepala SMK ABI Surabaya, Semaun, menyebut program ini sebagai peluang emas bagi siswa kurang mampu.
“Saya sangat mengapresiasi program dari Pemerintah Kota Surabaya dan Politeknik Ubaya, karena dengan demikian anak-anak yang kurang mampu masih bisa melanjutkan program kuliahnya, karena di sini adalah sangat baik sekali untuk masa depan anak-anak," ujarnya.
Ia mengungkapkan dari sekolahnya saja sudah ada 15 siswa yang mendaftar. Harapannya, jumlah ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
“Kalau yang sudah terdaftar (di program ini) kemarin di sekolah saya 15 anak. Ya mudah-mudahan bisa berlanjut dan tahun-tahun ke depan lebih banyak lagi," katanya.
Lebih jauh, ia berharap siswa tidak hanya berhenti pada jenjang diploma. Semangat untuk terus belajar hingga jenjang lebih tinggi harus tetap dijaga.
“Harapannya anak-anak bisa menambah ilmu yang baru, terus ke depannya bisa lebih baik lagi, dan bisa mendapat pekerjaan sambil kuliah, atau anak-anak nanti ke depannya bisa melanjutkan tidak hanya di S1 dan juga bisa ke S2," tuturnya.
Pesan paling penting yang ia tanamkan kepada siswa adalah ketekunan. Bahkan bagi yang belum lolos, ia mendorong mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan sambil bekerja.
"Yang belum keterima sudah saya beri pengarahan pada anak-anak, ini adalah awal dari masa depan kamu. Kalau kamu masih belum keterima atau kamu kalau ingin kerja, kerja ndak apa-apa, tapi ingat kamu harus kerja sambil kuliah. Itu harapan saya," pungkasnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih menghantui banyak keluarga, program seperti ini menjadi secercah harapan. Pendidikan bukan lagi mimpi mahal, melainkan jalan nyata menuju perubahan hidup.
Halal Bihalal Politeknik Ubaya 2026 pun menjadi bukti kolaborasi lintas sektor bisa melahirkan solusi konkret. Dari ruang pertemuan sederhana, lahir harapan besar untuk masa depan Surabaya yang lebih sejahtera.