JawaPos.com - Polisi menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) untuk menangani insiden ledakan di area pabrik baja, PT Great Wall Steel di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada Senin sore (6/4).
Insiden ini sempat menggegerkan warga setempat katena suaranya yang mirip bom. Dentuman bahkan terdengar hingga wilayah Surabaya, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi.
Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono mengatakan sekitar 10 personel Unit Jibom (Penjinak Bom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Satu Unit Jibom Den Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, yang terdiri dari kurang lebih 10 personel telah diterjunkan ke lokasi kejadian (TKP)," ucap AKP Novi dalam keterangannya, Senin (6/4).
Mereka diterjunkan untuk melakukan sterilisasi lokasi kejadian pasca ledakan dan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di sekitar area pabrik baja PT Great Wall Steel.
Selain tim Jibom, polisi juga menurunkan sekitar 20 personel gabungan dari Polresta Sidoarjo dan Polsek Waru untuk mengamankan tempat kejadian perkara. Garis polisi berwarna kuning pun telah dipasang di TKP.
"Kami juga menerjunkan 20 personil gabungan dari Polresta Sidoarjo dan Polsek Waru di lokasi kejadian untuk mengamankan dan melakukan olah TKP, serta memeriksa saksi dan korban," imbuhnya.
Baca Juga: Bikin Panik Warga! Begini Kronologi Ledakan di Pabrik Waru Sidoarjo yang Tewaskan 1 Orang
Kronologi singkat
Insiden ini bermula saat dua pekerja PT Great Wall Steel sedang memotong besi tua menggunakan las blander pada sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka adalah Prayono, 27 tahun, dan M Zainal Abidin, 40 tahun.
Saat proses memotong besi tua tersebut, tiba-tiba material tersebut meledak. Serpihan besi mengenai korban Rio, 17 tahun, kernet las blander yang tak jauh dari lokasi. Ia dilaporkan meninggal dunia.
Sementara korban Prayono dan M Zainal Abidin mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Pondok Tjandra, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Pasca insiden ledakan mirip bom, operasional PT Great Wall Steel dihentikan sementara. Petugas keamanan dan pihak terkait langsung terjun untuk mengamankan lokasi dan penyelidikan.
Kendati dugaan awal mengarah pada kecelakaan kerja, polisi belum bisa menyebut apa penyebab pasti insiden ledakan. "Kami masih dalam penyelidikan ya, harap bersabar," pungkas AKP Novi.