JawaPos.com — Arus balik Lebaran 2026 di lintas Ketapang–Gilimanuk mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Setelah puncak arus mudik terlewati, pergerakan penumpang dan kendaraan kini berbalik arah dengan intensitas yang terus meningkat.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk kembali sibuk sejak akhir pekan lalu. Lonjakan mulai terasa seiring masyarakat yang bersiap kembali ke kota asal usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada Minggu (22/3/2026) mencatat jumlah perjalanan kapal mencapai 156 trip.
Total penumpang dari Bali menuju Jawa mencapai 23.929 orang atau naik 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini menunjukkan arus balik mulai terbentuk secara bertahap. Pergerakan masyarakat tidak lagi terpusat dalam satu waktu, melainkan tersebar dalam beberapa hari.
Dominasi kendaraan pribadi menjadi ciri khas arus balik tahun ini. Masyarakat tampak lebih memilih fleksibilitas perjalanan dibandingkan menggunakan transportasi umum.
Kendaraan roda dua tercatat mencapai 3.995 unit atau naik 12,5 persen. Sementara kendaraan roda empat meningkat lebih tinggi hingga 2.948 unit atau naik 17,6 persen.
Lonjakan paling mencolok justru datang dari sektor logistik. Jumlah truk yang menyeberang mencapai 298 unit atau naik hingga 29 persen.
Hal ini menandakan aktivitas distribusi barang kembali menggeliat setelah sempat melambat saat Lebaran. Rantai pasok mulai bergerak normal untuk memenuhi kebutuhan pasca hari raya.
Di sisi lain, tren berbeda terlihat pada angkutan umum. Jumlah bus justru turun menjadi 136 unit atau berkurang 17,1 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan ini memperkuat indikasi perubahan pola perjalanan masyarakat. Banyak pemudik kini beralih menggunakan kendaraan pribadi untuk perjalanan yang lebih fleksibel.
Secara total, kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 7.377 unit. Angka tersebut meningkat 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dilihat secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, mobilitas masyarakat tergolong tinggi. Total penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 541.215 orang atau naik 5,1 persen.
Jumlah kendaraan juga mengalami peningkatan menjadi 172.689 unit atau naik 6 persen. Data ini menegaskan tingginya aktivitas perjalanan selama periode Lebaran tahun ini.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada arus dari Jawa ke Bali. Pergerakan penumpang cenderung fluktuatif dengan beberapa indikator mengalami penurunan.
Jumlah penumpang tercatat 26.424 orang atau turun 5,8 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, kendaraan roda dua justru melonjak signifikan hingga 3.713 unit atau naik 37,3 persen.
Kendaraan logistik juga menunjukkan tren positif. Jumlah truk meningkat tajam hingga 288 unit atau melonjak 64,6 persen.
Sebaliknya, kendaraan roda empat mengalami penurunan menjadi 3.320 unit atau minus 19,2 persen. Jumlah bus juga turun 11,3 persen menjadi 219 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan dari Jawa ke Bali mencapai 7.540 unit. Angka ini hanya naik tipis sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Jika dilihat secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H, jumlah penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 246.892 orang. Angka ini turun tipis sebesar 1,8 persen.
Total kendaraan juga relatif stagnan di angka 51.514 unit atau turun 0,7 persen. Hal ini menunjukkan arus balik dari arah tersebut tidak terlalu padat.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, menyebut kondisi arus balik tahun ini cenderung lebih landai. Hal ini dipengaruhi masa libur yang lebih panjang sehingga pergerakan tidak menumpuk.
“Arus balik cenderung landai karena masa balik yang panjang. Kecuali mungkin karyawan mulai bekerja pada Senin (23/3), mereka banyak kembali lebih awal,” ujarnya.
Meski relatif terkendali, potensi lonjakan tetap diantisipasi. Pihak ASDP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kelancaran penyeberangan.
Baca Juga: Penuh Sesak! Pantai Pulau Merah Banyuwangi Meledak di Libur Lebaran 2026, Homestay Ludes Tak Tersisa
Salah satu langkah yang disiapkan adalah skema tiba bongkar berangkat (TBB). Selain itu, kapal berkapasitas besar juga disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
“Kita siapkan TBB sewaktu-waktu. Kapal besar juga kita siagakan sampai nanti benar-benar normal,” tegas Arief.
Dengan berbagai upaya tersebut, arus balik di lintas Ketapang–Gilimanuk diharapkan tetap berjalan lancar. Stabilitas arus penyeberangan menjadi kunci agar mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali.
Kini, geliat arus balik terus bergerak dinamis dari hari ke hari. Semua mata tertuju pada bagaimana puncak arus balik benar-benar terjadi dalam beberapa hari ke depan.