JawaPos.com–Kampung Pancasila RW 10 Ngagel Dadi, Kecamatan Wonokromo, terus menunjukkan kepedulian sosial kepada warga sekitar selama Ramadhan. Selain berbagi takjil, warga juga menyalurkan bantuan permakanan bagi lansia tunggal serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda kampung.
Tradisi gotong royong tersebut bahkan berjalan tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga pada hari-hari biasa. Ketua RW 10 Ngagel Dadi Agnes Warsiati menjelaskan, kegiatan berbagi takjil dilakukan secara bergilir oleh sembilan rukun tetangga (RT).
Setiap RT mendapat jadwal hingga tiga kali selama Ramadhan sebelum dilanjutkan pengurus RW menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui cara tersebut, seluruh warga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial kampung.
Baca Juga: Paman di Surabaya Dititipi Keponakan 14 Tahun Yatim Piatu, Malah Dirudapaksa hingga Hamil
”Sembilan RT bergilir sampai tiga kali,” ujar Agnes Warsiati.
Selain berbagi takjil, warga juga mengadakan kegiatan sosial lain berupa pengumpulan pakaian layak pakai. Kegiatan yang digelar pada pekan lalu itu dilakukan dengan mengumpulkan pakaian dari warga untuk kemudian dijual kembali secara murah. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk menyediakan paket sembako murah bagi masyarakat.
”Hasilnya dibuat jualan sembako murah,” kata Agnes Warsiati.
Baca Juga: Sempat Cekcok, Oknum Tukang Ojek Pangkalan di Surabaya Bacok Temannya Pakai Celurit
Menurut Agnes, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program bantuan permakanan bagi warga lanjut usia yang hidup sendiri. Saat ini terdapat 17 lansia tunggal di wilayah RW 10 yang rutin mendapatkan bantuan makanan setiap hari, termasuk selama Ramadhan. Sebagian besar penerima bantuan tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.
”Setiap hari kami kirim permakanan untuk 17 lansia tunggal,” jelas Agnes Warsiati.
Camat Wonokromo Rerry Setianingtiyaswati mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dijalankan warga Kampung Pancasila RW 10 Ngagel Dadi. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Bikin Macet! Satpol PP Surabaya Bongkar Lapak Pedagang di Pasar Tumpah Simo Katrungan
”Program seperti ini dinilai dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Surabaya. Ini bentuk kepedulian warga yang patut dicontoh,” terang Rerry Setianingtiyaswati.
Selain kegiatan sosial, warga juga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Selama Ramadhan, kegiatan ronda dilakukan secara khusus pada malam akhir pekan dengan dilanjutkan makan sahur bersama warga. Sementara pada hari biasa, petugas keamanan tetap berkeliling kampung untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
”Siskamling ini penting untuk menjaga keamanan kampung,” ungkap Rerry Setianingtiyaswati.
Baca Juga: Komplotan Curanmor Surabaya Asal Bangkalan Diringkus, Beraksi di 24 TKP Termasuk Semolowaru
Menurut Rerry, tradisi kebersamaan yang sudah berjalan di Kampung Pancasila perlu terus dipertahankan. Kegiatan sosial seperti berbagi makanan, menjaga keamanan lingkungan, hingga membantu warga yang membutuhkan dapat memperkuat hubungan antarwarga. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Pancasila yang menekankan persatuan dan kepedulian sosial.
”Tradisi baik seperti ini harus dijaga,” tegas Rerry Setianingtiyaswati.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut keberadaan Kampung Pancasila memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Program tersebut mendorong warga untuk saling peduli dan memperkuat kebersamaan di lingkungan tempat tinggal. Dengan demikian, kampung tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang membangun solidaritas sosial.
Baca Juga: Balita 3,5 Tahun di Sidoarjo yang Meninggal Usai Dianiaya Ayahnya Kerap Menangis Cari Ibunya
”Kampung Pancasila memperkuat kebersamaan warga,” ujar Eri Cahyadi.
Eri menambahkan, berbagai kegiatan sosial yang dilakukan warga seperti berbagi takjil dan membantu lansia mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah kota berharap kegiatan semacam ini terus berkembang di berbagai wilayah Surabaya. Dengan partisipasi masyarakat, program pembangunan sosial di tingkat kampung dapat berjalan lebih efektif.
”Nilai gotong royong itu yang kita jaga,” kata Eri Cahyadi.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 dengan Kereta? Perhatikan Batas Bagasi Agar Tak Kena Biaya Tambahan
Dia berharap Kampung Pancasila di RW 10 Ngagel Dadi dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain. Ketika masyarakat saling peduli dan menjaga lingkungan bersama, berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara kolektif. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat karakter Surabaya sebagai kota yang menjunjung tinggi kebersamaan.
”Ini contoh kepedulian terhadap sesama,” tandas Eri Cahyadi.