JawaPos.com - Belakangan, fenomena motor tiba-tiba mogok atau brebet setelah mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di sejumlah daerah di Jawa Timur, menjadi buah bibir di masyarakat.
Menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Ilyas Sofana, penyebab performa mesin kendaraan menurun seperti gejala brebet, tidak melulu karena tangki bahan bakar.
Lantas, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:
1. Kualitas Bahan Bakar Buruk Bisa
Ilyas menilai penyebab utama motor brebet sering kali berasal dari bahan bakar dengan kualitas rendah, sehingga proses pembakaran tidak berjalan sempurna.
“Sebelum masuk ruang bakar, BBM yang kotor dapat menyumbat injektor akibat inkonsistensi densitas dan viskositas. Akibatnya, aliran bahan bakar tersendat dan muncul gejala brebet,” tutur Ilyas di Surabaya, Jumat (31/10).
2. Endapan di Busi Ganggu Percikan Api
Selain itu, proses pembakaran yang tidak sempurna juga bisa menimbulkan endapan pada elektroda busi. Jika busi kotor dibiarkan, maka percikan api bisa melemah.
“Busi adalah pemantik utama api. Jika tertutup deposit hasil pembakaran, motor bisa makin brebet,” imbuhnya.
3. Sistem Pengapian Abnormal Bisa Perparah Masalah
Tidak semata-mata karena bahan bakar, Ilyas menyebut gejala brebet pada motor juga bisa disebabkan oleh sistem pengapian yang abnormal.
“Keduanya saling berhubungan. Sistem pengapian yang abnormal bisa jadi disebabkan oleh bahan bakar yang tak sesuai standar. Jika BBM yang digunakan sesuai manual book kendaraan, keausan komponen pengapian bisa diminimalkan,” ujarnya.
4. Gunakan BBM Sesuai Buku Manual Kendaraan
Oleh karena itu, Ilyas menyarankan pengguna kendaraan untuk membeli bensin dengan Research Octane Number (RON), sesuai rekomendasi di manual book.
“Kalau di manual book tertulis RON 90, jangan dipaksa pakai RON 92. RON yang tinggi bisa membuat pembakaran tidak sempurna, menimbulkan jelaga karbon, deposit pada busi, hingga emisi gas buang,” tegas Ilyas.
5. Cara Cek Sumber Masalah Brebet
Untuk mendeteksi penyebabnya, dengarkan apakah brebet terjadi saat motor diam (idle) atau saat digas. Pada motor injeksi, pemeriksaan bisa dilakukan dengan scan tools untuk membaca kode kerusakan.
Sementara untuk motor karburator, pengecekan dilakukan secara manual pada busi, filter bensin, dan saluran bahan bakar.
“Setelah semua normal, bisa coba ganti BBM dengan kualitas lebih baik. Bisa dengan RON lebih tinggi atau tetap sama tapi beda merek,” terang Sekretaris Prodi Teknik Mesin UM Surabaya tersebut.
6. Langkah Awal Saat Motor Brebet Usai Isi BBM
Jika gejala brebet muncul setelah isi BBM, kuras tangki dan periksa apakah ada air atau kotoran. Jika belum membaik, disarankan mengganti filter bensin dan melakukan uji jalan.
7. Lakukan Tune Up Berkala dan Gunakan Aditif dengan Bijak
Untuk mencegah masalah serupa, Ilyas menyarankan agar melakukan perawatan mesin motor atau tune up secara berkala setiap 4000 - 6000 kilometer. Perawatan rutin membantu ketahanan mesin.
Terkait penggunaan aditif bahan bakar, Ilyas menyarankan untuk berhati-hati. “Boleh saja pakai, tetapi jangan langsung dengan konsentrasi tinggi. Lakukan bertahap dan pilih produk dari merek terpercaya,” tukasnya.