JawaPos.com — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya kembali mencatat sejarah akademik dengan menggelar wisuda ke-62 tahun akademik 2024/2025. Sebanyak 655 wisudawan resmi dikukuhkan pada Selasa (30/9/2025) dan Rabu (1/10/2025) di Gedung Graha Widya Bhakti, dengan harapan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dengan era digital dan persaingan global.
Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., menyampaikan prosesi wisuda akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 30 September dan 1 Oktober 2025.
Ribuan keluarga dan tamu undangan hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut yang melibatkan lulusan dari jenjang D3, S1, S2, S3, hingga Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk).
Dalam wisuda tersebut, Prof. Nur menegaskan wisuda bukan hanya seremoni, melainkan penanda tuntasnya proses akademik sesuai standar kompetensi lulusan yang ditetapkan pemerintah.
“Tentunya dengan pemenuhan standar kualifikasi kompetensi ini, maka para mahasiswa sudah bisa kita luluskan karena mereka sudah memiliki kompetensi yang memenuhi dari ranah kognitif, psikomotorik, maupun dari afektif,” ujar Prof. Nur kepada JawaPos.com, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari komitmen kampus untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi dan bisnis.
Hal ini juga menjadi bukti nyata STIESIA Surabaya terus konsisten melaksanakan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi bereputasi nasional dan internasional.
Prof. Nur menambahkan, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, terutama di era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, lulusan harus terus mengasah keterampilan digital dan menanamkan semangat belajar sepanjang hayat.
“Harapan kami, para wisudawan yang telah kami luluskan pada periode ini memiliki semangat lifelong learning, untuk tetap menjadi pembelajar masa depan,” ujar Prof. Nur.
“Pembelajar yang seumur hidup untuk mereka nanti bisa diterima oleh pelaku pasar, dan harapan kami gap antara apa yang diperoleh secara teori maupun secara praktik itu bisa kita minimalkan.”
Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi sebagai bekal utama menghadapi dinamika global.
“Yang kedua, harapan kami tentunya para lulusan atau wisudawan, tetap bisa beradaptasi dengan perkembangan tuntutan dunia kerja yang saat ini semakin atraktif, khususnya terkait dengan penguasaan teknologi informasi yang mampu untuk mendukung knowledge yang mereka miliki,” jelas Prof. Nur.
“Dan harapannya berikutnya adalah, dengan pengetahuan yang mereka miliki, tetap mereka berpegang tubuh pada akhlakul karimah yang harapannya adalah ilmu yang mereka miliki, bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Prof. Nur.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan agar perguruan tinggi menjadi kampus berdampak.
Artinya, keberadaan lulusan STIESIA Surabaya diharapkan memberi kontribusi riil bagi pembangunan bangsa.
“Khususnya sesuai inisiasi Kemendiktisaintek untuk menjadikan kampus harus menjadi kampus berdampak, sebagai motor penggerak solusi atas masalah masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. STIESIA menekankan hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat melalui penerapan sains, teknologi, dan inovasi,” papar Prof. Nur.
Kisah inspiratif datang dari salah satu wisudawan, Dr. H. Siswanto, S.Sos., S.Ak., MM., yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus tokoh entrepreneur kreatif.
Meski telah menempuh pendidikan hingga S3, ia tetap melanjutkan studi di STIESIA Surabaya karena kualitas pendidikan yang dinilainya unggul.
“Alhamdulillah, di sini saya Siswanto, dari Prodi S1 Akuntansi. Di sini saya banyak sekali menimba ilmu,” ujar Siswanto.
“Sebenarnya, saya sudah S3 di ekonomi, tetapi saya lihat di STIESIA Surabaya ini, banyak sekali menelurkan orang-orang hebat, terutama di bidang ekonomi.”
Ia bahkan mengajak para staf dan karyawannya untuk melanjutkan pendidikan di kampus yang sama.
“Saya tertarik sekali, saya ingin belajar banyak tentang ekonomi, khususnya akuntansi yang ada di STIESIA Surabaya,” jelas Siswanto.
“Dan di STIESIA Surabaya sini, pendidikannya juga unggul. Makanya, saya mengajak staf-staf saya, karyawan-karyawan saya, untuk belajar di sini.”
Menurutnya, STIESIA Surabaya telah melahirkan banyak pengusaha sukses yang mampu bersaing di dunia bisnis.
“Dan Alhamdulillah, saya sekarang sudah lulus di Prodi S1 Akuntansi STIESIA Surabaya. Dan seterusnya, ini saya meneruskan ke S2 atau pendidikan profesi akuntan (CA),” papar Siswanto.
Siswanto menegaskan, selama masih diberi kesempatan, ia akan terus belajar tanpa mengenal batas waktu. Semangat belajar sepanjang hayat inilah yang menurutnya menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Ya, Alhamdulillah, disini selama saya masih dikasih kesempatan untuk belajar, sampai kapan pun saya akan terus belajar,” ungkap Siswanto.
Ia berharap semakin banyak generasi muda dan profesional yang menjadikan STIESIA Surabaya sebagai pilihan utama menimba ilmu ekonomi.
Pencapaian 655 lulusan kali ini menjadi bukti konsistensi STIESIA Surabaya dalam mencetak akademisi dan praktisi ekonomi berkualitas.
Para lulusan tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kombinasi pengetahuan, etika, dan kecakapan digital menjadikan mereka siap beradaptasi dengan perubahan zaman.
Hal ini selaras dengan visi STIESIA Surabaya untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdampak positif di masyarakat.
Dengan semangat lifelong learning, para wisudawan diharapkan terus mengembangkan diri meskipun telah menyelesaikan studi formal.
Dunia kerja yang dinamis menuntut mereka untuk terus belajar dan berinovasi agar tetap kompetitif.
Wisuda ke-62 STIESIA Surabaya tidak hanya menjadi momen perayaan keberhasilan akademik.
Lebih dari itu, ia menjadi tonggak awal perjalanan panjang para lulusan dalam mengabdikan ilmu dan memberi manfaat nyata bagi bangsa dan negara.