JawaPos.com - Suasana Car Free Day (CFD) Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (21/9/2025) pagi mendadak meriah. Mobil kampanye “Judi Pasti Rugi” hadir dengan semangat menggelorakan edukasi bahaya judi online kepada ribuan masyarakat Kota Pahlawan.
Gelaran ini bukan sekadar kampanye biasa, melainkan aksi nyata kolaborasi lintas pihak untuk menyelamatkan generasi bangsa.
GoPay bersama aliansi “Judi Pasti Rugi” menghadirkan parade musik Angklung Broska Surabaya dan komunitas Zumba Lover yang mengajak warga bergerak sekaligus sadar akan bahaya judol.
Kegiatan dimulai pukul 06.15 WIB hingga 08.30 WIB di CFD Darmo yang selalu ramai pengunjung. Tak hanya hiburan, masyarakat juga mendapatkan edukasi langsung tentang dampak destruktif judi online.
Hadir pula mantan pemain judi online, Erwin Erlani, yang berbagi kisah nyata bagaimana dirinya terjerat lingkaran judi selama enam tahun. Cerita getirnya menjadi alarm keras agar masyarakat tidak mengulangi kesalahan serupa.
Selain Erwin, panggung edukasi juga diisi oleh Ika Wahyuningrum selaku psikolog, Rifqy Redha Azizul Hakim dari Telkomsel, serta Irwan Ari Wibowo selaku Head of GoPay Regional Marketing.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan membebaskan Indonesia dari ancaman judi online.
Irwan Ari Wibowo menegaskan bahwa GoPay berkomitmen mendukung pemerintah dalam memberantas praktik judi online.
Menurutnya, judi tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga melalui hutang dan kehilangan aset berharga.
“Jadi acara hari ini kami dari Judi Pasti Rugi berkunjung ke CFD Darmo Tujuan kami adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya dari judi online. Karena judi online itu ujung-ujungnya adalah menghancurkan mimpi keluarga,” ujar Irwan Ari Wibowo kepada JawaPos.com, Minggu (21/9/2025).
“Dengan main judi online itu tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan keluarga, sudah pasti ya. Karena pada saat pemain judi online itu kehilangan uang, meninggalkan hutang di mana-mana dan kemudian menjual segala macam asetnya yang jadi korban itu adalah keluarga.”
Ia menjelaskan bahwa GoPay telah mengembangkan teknologi artificial intelligence untuk mendeteksi transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan judi online.
Transaksi tersebut langsung diblokir agar tidak merugikan pengguna maupun ekosistem digital secara luas.
“Jadi kami salah satu dari perusahaan finansial teknologi berkomitmen untuk berkontribusi nyata mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online,”jelas Irwan.
“Nah Gopay sendiri di dalam produk kami itu kami juga menyediakan beberapa fitur untuk dalam hal penyalahgunaan Gopay untuk kegiatan judi online, salah satunya adalah kami menggunakan artificial intelligence untuk mendeteksi transaksi-transaksi yang mencurigakan yang diindikasikan adalah digunakan judi online.”
“Jadi transaksi-transaksi yang mencurigakan tersebut. Langsung sumber dana dan juga tujuannya itu bisa langsung kami blacklist, langsung kami block gitu.”
Selain itu, aplikasi GoPay juga menyediakan fitur pelaporan bagi masyarakat yang menemukan akun media sosial, nomor rekening, maupun situs yang digunakan untuk judi online.
Laporan tersebut dikumpulkan lalu diteruskan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan pemblokiran.
“Yang kedua di dalam aplikasi kami, kami juga menyediakan platform untuk masyarakat bisa memberikan laporan atau memberikan nomor-nomor akun media sosial, website dan segala macam yang digunakan untuk judi online,” ungkap Irwan.
“Sehingga di dalam aplikasi kami mengcapture data tersebut, kami rekam dan kami berikan kepada pemerintah untuk selanjutnya ditindaklanjuti untuk dilakukan pemblokiran dan segala macam.”
Irwan menyebut hingga kini sudah ribuan nomor rekening serta akun digital terkait judi online yang berhasil diblokir.
GoPay juga aktif melaporkan temuan masyarakat ke Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia, hingga PPATK setiap minggunya.
“Jadi kalau misalnya kita tanya impact ya, sebenarnya itu banyak hal, yang pasti nyata adalah nomor-nomor yang sudah kami blokir itu sudah mencapai ribuan yang kami laporkan terus menerus ke pihak-pihak yang berwenang,” pungkas Irwan.
“Ada Kementerian Komunikasi dan Digital, ada Bank Indonesia, ada PPATK dan segala macam itu nomor-nomor yang berkaitan dengan judi online kami laporkan.”
Sejak tur “Judi Pasti Rugi” dimulai dari Banda Aceh hingga Surabaya, sudah lebih dari 70 ribu masyarakat yang mendapat edukasi langsung.
“Pokoknya banyak sekali dampak-dampak negatif. Mulai dari kepercayaan dari orang-orang juga hilang. Hubungan harmonis dengan orang-orang juga hancur. Jadi buat teman-teman jangan pernah mencoba karena untuk lepas juga luar biasa butuh pengorbanan,” jelas Erwin.
Erwin menambahkan, berhenti berjudi adalah bentuk resolusi terbesar dalam hidupnya. Dukungan orang tua dan komunitas membuatnya berhasil bangkit kembali untuk hidup yang lebih baik.
“Jadi saya pernah main judi online kurang lebih selama 7 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar menurut saya. Saya benar-benar sudah capek karena kebetulan sudah punya banyak hutang. Tidak pernah menang sama sekali,” tutur Erwin.
“Di akhir tahun membuat resolusi buat diri saya. Dan salah satu poinnya berhenti berjudi untuk hidup yang lebih baik.”
Baca Juga: 10 Weton yang Semakin Tua Semakin Sukses dan Berjaya Menurut Primbon Jawa
“Wah luar biasa senang sih. Sebelumnya ini merupakan hasil dari doa orang tua juga. Saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka. Tapi dilihat dari wajahnya sudah sedikit lebih lega dari sebelumnya.
Kampanye “Judi Pasti Rugi” di Surabaya menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam memerangi judi online.
Mulai dari perusahaan fintech, operator seluler, psikolog, hingga masyarakat harus bergandengan tangan menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Setelah Surabaya, mobil kampanye “Judi Pasti Rugi” akan melanjutkan perjalanan ke Kalimantan dan Sulawesi mengunjungi 19 kota.
Dari Pontianak hingga Manado, gerakan ini akan terus mengedukasi masyarakat bahwa judi online hanya membawa kerugian.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan Indonesia segera terbebas dari jeratan judi online. Karena sejatinya, judi bukan hanya soal uang yang hilang, tetapi juga mimpi keluarga yang bisa hancur.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa perang melawan judi online bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata.
“Judi Pasti Rugi” menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati hanya lahir dari hidup yang sehat dan bebas dari candu digital.