JawaPos.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Timur, Sabtu (30/8). Gelombang massa yang datang sejak pukul 10.30 WIB itu membuat arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani lumpuh total.
Aksi ini dipicu oleh tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah tertabrak mobil taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta. Kejadian itu memantik kemarahan mahasiswa sekaligus dorongan untuk mendesak reformasi menyeluruh di tubuh kepolisian.
Massa aksi berasal dari sejumlah kampus, seperti UIN Sunan Ampel, Unesa, Untag, Universitas Wijaya Kusuma, hingga Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Mereka bergerak dari berbagai titik kumpul menuju Mapolda Jatim, membawa spanduk, poster, serta menyuarakan orasi.
Sesampainya di lokasi, gerbang Mapolda telah tertutup rapat dengan penjagaan aparat. Meski begitu, mahasiswa tetap bertahan di jalan dan menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan tujuh tuntutan utama, yakni:
* Menghentikan tindakan represif terhadap massa aksi,
* Mengusut tuntas kematian Affan Kurniawan,
* Membebaskan mahasiswa yang ditahan,
* Melakukan reformasi total institusi Polri,
* Mendorong demiliterisasi kepolisian,
* Menjamin transparansi dalam penanganan perkara pidana,
* Mengusut tragedi Kanjuruhan.
Dari atas mobil komando, salah satu orator dari BEM Universitas Muhammadiyah Surabaya menyatakan, “Kami menuntut Polri berhenti bersikap represif. Reformasi kepolisian harus benar-benar dijalankan, bukan hanya sekadar jargon. Tragedi yang menelan korban jiwa, termasuk Affan Kurniawan, harus diusut sampai tuntas.”
Aksi besar ini menyebabkan Jalan Ahmad Yani ditutup sementara dan kendaraan dialihkan ke jalur lain. Polisi pun mengimbau warga untuk menghindari kawasan tersebut agar tidak terjebak kemacetan.