← Beranda
Pemkab Kediri Telah Menyiapkan Dua Trayek Angkutan Menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri, Ini PO yang Digunakan
Ahmad Riffi Al HakimKamis, 14 Desember 2023 | 19.56 WIB
MENJULANG: Seperti inilah bentuk menara air traffic controller (ATC) di Bandara Dhoho, Kediri. Pengoperasian bandara ini masih menunggu rekomendasi dari Kemenhub.

JawaPos.com – Persiapan Operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri semakin dikebut. Terutama pada angkutan khusus bandara yang sudah disetujui pihak Kementerian Perhubungan. Ada dua perusahaan otobus (PO) siap untuk membuka trayek khusus ke Bandara Dhoho Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (kemenhub). Dalam diskusi tersebut membahas perihal persiapan operasional moda transportasi khusus ke bandara.

 “Akan ada dua armada yang menjadi angkutan bandara. Khusus melayani rute menuju bandara,” ujar Hanindhito Himawan Pramana dikutip Radar Kediri.

Baca Juga: Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Pastikan Tidak Ada UMKM Gagal Dapat KUR

PO yang digunakan yakni Harapan Jaya dan Damri mereka menyiapkan rute khusus ke Bandara Dhoho Kediri. Tahap awal trayek ini akan dibuka dimulai dari Terminal Gayatri Tulungagung-Bandara Dhoho dan Terminal Anjuk Ladang Nganjuk-Bandara Dhoho.

Dhito menyampaikan bahwa Pemkab Kediri telah meminta pihak Kemenhub untuk membuka beberapa trayek lain di sekitaran Kediri. Namun, yang masih disetujui sampai Desember ini adalah dua trayek tersebut.

“Kami sempat meminta (rute, Red) dari Trenggalek tapi ternyata belum bisa. Memang harus step by step dulu,” ujarnya.

Dhito telah memastikan moda transportasi khusus bandara sudah siap. Dia mengatakan pemkab saat ini mengajak daerah yang ada di sekitar Kediri untuk membangun akses ke Bandara Dhoho.

Daerah Mataraman ini akan diajak untuk menyambut untuk pengoperasian proyek Bandara Dhoho ini.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Tipis Usai Tanker Minyak di Laut Merah jadi Sasaran Rudal

Meskipun dampak dari Bandara Dhoho ini akan langsung diterima oleh Kabupaten Kediri. Menurut Dhito daerah sekitar dari Kediri akan juga merasakan dampak positif lainnya.

Dhito mengatakan daerah eks Karesidenan Kediri dan eks Karesidenan Madiun akan diajak untuk merespons dengan membangun akses untuk proyek tersebut.

Waktu terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Saleh Udin mengatakan ada enam daerah untuk rute angkutan khusus Bandara Dhoho. Yaitu dari Kabupaten Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar,

Dari enam daerah tersebut sudah dua rute yang sudah disetujui oleh pihak Kemenhub. Yakni Terminal Gayatri Tulungagung ke Bandara Dhoho dan ke Terminal Pare. Selanjutnya, dari Terminal Anjuk Ladang Nganjuk ke Bandara Dhoho.

“Rute ke Pare itu dibuka karena ada banyak pelajar di Kampung Inggris,” ujar Udin.

Udin juga menegaskan mengenai moda transportasi yang dioperasikan oleh PO Harapan Jaya dan PO Damri untuk angkutan khusus bandar aini bukan bus. Tetapi Hiace supaya para penumpang lebih nyaman.

 “Insyaallah jika tidak molor moda transportasi ini akan beroperasi mulai Januari,” uajrnya.

EDITOR: Bintang Pradewo