← Beranda
Revitalisasi Taman Hiburan Rakyat dan Taman Remaja Surabaya Sudah Tahap Finalisasi, Siap Jadi Jujukan Warga?
Agung Setya PratamaRabu, 22 November 2023 | 23.02 WIB
Suasana bangunan dan Hitech Mall di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

JawaPos.com - Siapa yang tidak tahu dengan Taman Remaja Surabaya (TRS) dan Taman Hiburan Rakyat atau lebih populer dengan singkatan THR yang ada di Surabaya?

Dua tempat populer di Kota Pahlawan yang kini sudah tinggal kenangan itu, disebut-sebut bakal dibangun kembali dan segera dihidupkan lagi.

Siapa kira-kira investornya?

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya tidak main-main bahwa mereka akan membuka kembali dua tempat hiburan yang jadi jujukan warga di Surabaya, yakni Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

Melansir dari laman Radar Surabaya di Jawa Pos Group pada Rabu (22/11), ternyata proses pembangunan kembali atau revitalisasi dua destinasi wisata populer yang ada di Jalan Wijaya Kusuma itu sudah masuk tahap finalisasi, yaitu menyelesaikan dokumen dan syarat pendukung.

Aning Rahmawati, selaku Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi tersebut disponsori oleh investor yang berasal dari Yogyakarta.

Nantinya, mereka bakal merevitalisasi dua tempat hiburan ikonik Surabaya itu dengan membuatnya menampilkan wajah baru.

"Investor sudah deal dengan Pemkot Surabaya untuk memulai pembangunan kembali dua ikon Surabaya ini," ungkap Aning, seperti yang dikutip dari Radar Surabaya, Selasa (21/11).

Aning juga mengatakan bahwa dalam prosesnya, kedua belah pihak telah menyetujui beberapa poin, seperti mengenai harga dan sewa kedua aset Surabaya tersebut.

Nantinya, dua lokasi itu direncanakan bakal disewa dengan kontrak sewa yang cukup pendek.

"Beda seperti dulu, masa sewanya bisa sampai puluhan tahun. Ini hanya akan berlaku sewa untuk beberapa tahun. Mereka (investor) juga sudah sepakat dengan nilai kontrak," terangnya.

Meskipun demikian, proyek revitalisasi tersebut tampak belum berjalan proses pengerjaannya.

Kata Aning, kini progresnya sudah masuk tahap finalisasi dokumen pendukung, sebab Pemkot Surabaya selalu menggandeng jajaran samping guna mengawal tiap proyek.

"Saya berharap semua proses tidak melamban. Kepastian hukum perlu tetapi percepatan investasi juga ditunggu. Iklim investasi harus didukung, apalagi akan menyerap tenaga kerja," jelas Aning.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya itu juga mengungkapkan bahwa sebetulnya target awal pengerjaan dimulai pada akhir Oktober.

Namun, masih terdapat beberapa kendala yang harus dituntaskan, seperti salah satunya mengenai kontrak itu.

"Semoga tahun depan sudah bisa dilaksanakan pengerjaan revitalisasi, " ujar Aning.

Sampai saat ini, diketahui proses tanda tangan terkait kontrak belum juga tuntas.

Hingga awal November kemarin, kedua belah pihak tengah memperbaiki klausul mengenai rencana kontrak.

Yang di dalamnya, termasuk luasan, besaran dan nilai sewa, sampai harga tiket masuk dua tempat wisata ikonik Surabaya tersebut nantinya.

"Ada klausul lainnya juga yang perlu penyempurnaan," terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya itu.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa pembangunan kembali aset yang total luasnya mencapai 8,43 hektar itu ditargetkan berlangsung tahun ini.

Dirinya berkeinginan Kota Surabaya memiliki tempat hiburan yang bisa jadi jujukan warga, namun tarifnya bisa dijangkau semua kalangan.

Oleh karena itu, Eri mengungkapkan bahwa tarif maksimal Rp 25 ribu per tiket masuk nantinya.

EDITOR: Hanny Suwindari